Keluarga Korban Tagih Janji PT Semen Gresik
Hal tersebut seperti yang disampaikan dan dikeluhakan oleh Slamet Handayana salah seorang warga Ds. Bogor Tlogowaru Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban yang anaknya Dimas Aji Zulhakim meninggal dunia akibat kecelakaan di pabrik itu pada 26 Pebruari lalu.
BUMN yang sudah hampir berusia 52 tahun dan telah melakukan penambangan dan juga produksi di Tuban ini dinilai selalu mengolor janjinya yang akan memberikan orang tua korban sebagai kompensasi dan atau kepedulihan PT SG berupa warung yang berlokasi di cargo (area parkir kendaraan perusahan.Red).
“Kami hanya ingin menanyakan kepedulian dari PT.SG terhadap kami mas…, apa lagi kami bertempat tinggal di Wilayah Ring 1,” Ujar Slamet saat dikonfirmasi Beritakota.net (2/8) di Kediamannya.
Sebelumnya, pada tanggal 6 april 2009 pihak PT SG sudah bertemu dengan pihak keluarga yang difasilitasi oleh Dirut PT. UTSG (Anak perusahan PT.SG), yang mana agar pihak keluarga korban tidak mempermasalahkan atas meninggalnya Almr.Dimas Aji Zulhakim tersebut dengan janji akan memberikan bantuan usaha berupa warung yang berlokasi di sekitar perusahan.
“Kita diminta untuk tidak mempermasalahkan meninggalnya anak kami, yang mana kecelakan tersebut dari keterangan teman-teman almarhum anak saya adalah memang keteledoran dari SG, yang mana pintu penutup mesin pembersih semen yang terserak tidak segera ditutup,” cerita Slamet dengan mata berkaca-kaca mengenang tumpuhan hidupnya yang sekarang tinggal kenangan.
Slamet juga mengungkapkan, kalau pihaknya telah menerima bantuan pemakaman sebesar Rp. 10 juta dari PT.SG, akan tetepi karena hingga saat ini belum ada kejelasan, ia kembali mempertanyakan hal tersebut.
“Yang menjadikan keluarga kami terngiang di telingga adalah ucapan dari salah satu karyawan SG yang seakan-akan semua bisa dibeli dengan uang, bahkan nyawa anak saya,” lanjur Slamet yang mengaku setiap sore selalu mengunjungi makam anak-nya.
Dikonfirmasi terpisah, Syaifudin Zuhri, Kadiv Humas PT.SG mengungkapkan, kalau pihaknya hingga saat ini selalu beritikat baik pada masyarakat sekitar perusahaan, termasuk karyawan yang bekerja di perusahan BUMN ini. Bahkan termasuk bantuan biaya pemakaman yang berasal dari PT.SG adalah bagian dari kepedulian perusahaan.
“Kita selalu khusnudzhon pada semua (berprasangka baik, red), salah, kalau kita dinilai tidak beritikan baik pada masyarakat juga karyawan yang bekerja di pabrik,” Ujar Syaifudin saat dikonfirmasi Beritakota.net via phonsel-nya.
Lebih lanjut, Kadiv Humas PT.SG ini menjelaskan terkait dengan warung yang dijanjikan pada keluarga korban, bahwa pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya hal tersebut pada Puerwanto Setyo Hutomo kepala desa (Kades) Bogor Tlogowaru, yang mana beberapa warung yang sudah berdiri di sekitar Cargo tersebut adalah masuk dalam penanganan Kades.
“Kita sudah meminta Kades mas setempat untuk menangani hal tersebut, lebih lanjut, anda tanyakan pada Pak Kades,” tambah Syaifudin.
Untuk diketahui, bahwa kecelakaan yang menimpa Dimas Aji Zulhakim yang merupakan karyawan dari CV.Srikandi, sebuah perusahan jasa pemberisihan yang melakukan pekerjaan di PT.SG. Pada saat terjadinya kecelakaaan tersebut, pada siang harinya, PT SG upacara menerima penghargaan K3 dari pemerintah pusat terkait dengan Zero Accident yang di terima PT.SG dan anak perusahaanya yang diserahkan oleh Bupati Tuban, Dra.Hj.Haeny Relawati RW,M.Si. (kh).
Keterangan foto : Ilustrasi Pabrik PT Semen Gresik (Persero), Tbk yang berlokasi di Kabupaten Tuban. (Khoirul Huda/BeritaKota.net).
Dibaca: 133 kali





Tuban (BeritaKota.net) – Lima bulan lebih, janji dari PT. Semen Gresik (Persero), Tbk (PT.SG) yang merupakan salah satu badan usaha milik Negara (BUMN) ini tak juga kunjung terwujud.