Muhammadiyah Terbuka Semua Parpol, Bukan Hanya PAN

Muhammadiyah Terbuka Semua Parpol, Bukan Hanya PAN thumbnail

Surabaya (beritakota.net) – Muhammadiyah akan tetap berpolitik, namun ormas Islam terbesar kedua setelah NU itu tidak ada kaitannya dengan partai politik. Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Din Syamsuddin Ketua Umum PP Muhammadiyah, Selasa (16/3) saat menjadi keynote speaker dalam seminar pramuktamar tentang relasi Muhammadiyah dengan politik di Gedung PW Muhammadiyah, Surabaya.

Menurut Din Syamsuddin politik dan partai politik itu berbeda, sehingga Muhammadiyah berkomitmen akan tetap berpolitik namun tidak akan membawa organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan itu kedalam ranah politik, apalagi mendukung parpol tententu.

“Politik dan partai politik itu berbeda. Sejak sidang tanwir di Denpasar pada tahun 2001, Muhammadiyah bertekad mengintensifkan politik kebangsaan, sehingga Muhammadiyah tetap terlibat dalam politik,” ujarnya.

Dikatakan, Muhammadiyah sudah memutuskan tidak ada hubungan struktural dan afiliasi dengan parpol manapun. Tetapi masalahnya, lanjut Din Syamsuddin memang terletak pada penerapan terkait era sekarang yang bersifat multipartai.

“Ada yang berharap netralitas Muhammadiyah itu pasif, tapi kita sudah sepakat dengan netralitas aktif,” lanjutnya.

Dalam netralitas aktif itu, tambah Din Syamsuddin, Muhammadiyah akan kemana-mana, sehingga keterlibatan warga Muhammadiyah dalam politik praktis akan ada di PAN, PMB, PPP, Golkar, PDIP, Partai Demokrat, PKB dan sebagainya.

“Jadi, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam tidak mungkin untuk tidak berpolitik, karena Islam juga mengatur segala aspek kehidupan, termasuk politik, tapi khusus politik praktis Muhammadiyah bisa kemana-mana,” jelasnya. *ant/yan

Dibaca: 87 kali

Tagged as:

Comments are closed.