Advertorial Display

Pemkab Gresik Anggarkan Rp 11 Miliar

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Antisipasi waduk kekeringan

Gresik, Beritakota – Akibat musim kemarau panjang ini membuat sejumlah waduk di Kabupaten Gresik terancam mengalami kekeringan. Tapi Pemkab Gresik segera mengantispasinya dengan mengalokasikan anggaran Rp. 11 miliar melalui APBD 2008…

Dana sebesar itu selain digunakan untuk pengerukan waduk juga untuk normalisasi irigasi. Sebagian dana itu bahkan sudah terserap untuk pengerukan sejumlah waduk.”Jadi untuk antisaipasi musim kemarau, sudah kita anggarkan Rp. 11 miliar,” ujar Ir. Tugas Husni Syarwanto, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Gresik, Minggu (01/6), kemarin.

Dikatakan Tugas, saat ini belum ada waduk di wilayah Gresik yang mengalami kekeringan. Menurutnya, kekeringan itu akan terjadi jika musim kemarau akan terjadi berkepanjangan. Sebagian waduk-waduk itu katanya, kini masih ada airnya dan masih bisa dimanfaatkan oleh petani untuk
irigasi. “Kalau yang kering belum. Sebagian masih ada airnya meski kondisi air waduk tidak penuh,” jelas mantan Kasubdin Cipta Karya itu.

Berapa jumlah waduk yang ada di wilayah Gresik secara pasti Tugas mengaku lupa jumlahnya. yang jelas waduk yang ada di wilayah Gresik itu mencapai puluhan. Setiap tahun lanjutnya, pemkab selalu menggarkan dana untuk pengerukan dan normalisasi waduk. Sebab, setiap tahun waduk itu selalu terjadi pendangkalan. Itu sebabnya, setiap tahun selalu dilakukan pengerukan dan normalisasi.

Sebagaimana terjadi, setiap musim kemarau berkepanjangan terjadi, sejumlah waduk di wilayah Gresik mengalami kekeringan. Dan itu kata Tugas, tidak hanya terjadi di wilayah Gresik saja, tapi hal yang sama juga terjadi di daerah lain. Dan kekeringan itu tidak hanya terjadi pada waduk saja, tapi juga sumur milik warga. Untuk antisipasi terhadap sumur milik warga itu bukan lagi menjadi kewenangan PU, melainkan Bagian Sosial Pemkab Gresik.

“Biasanya untuk pengiriman tangki air untuk warga itu dilakukan oleh Bagian Sosial. Kita hanya memback up saja setelah ada koordiansi,” tambahnya. Kekeringan itu biasanya kebanyakan terjadi di wilayah Gresik Selatan, seperti Kecamatan Benjeng, Cerme, Balongapanggang, Menganti dan lainnya. Sebab, kawasan itu merupakan daerah tadah hujan. Jika terjadi musim kemarau berkepanjangan, lahan pertanian milik warga di sana banyak yang kering. yn

Dibaca: 335 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook