Advertorial Display

Mendiknas Prihatin Aksi Kekerasan Siswa

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Kepsek Harus Bertanggungjawab
Lamongan, beritakota – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo berkunjung ke kota soto Kabupaten Lamongan, Jumat (27/6). Kedatangan menteri asal PAN itu didampingi Kepala Dinas P & K Jawa Timur, Rasiyo untuk meresmikan gedung sekolah SMKN 2 dan SMPN 2.

Menteri dan rombomngan disambut Bupati Lamongan, Masfuk, Kepala Dinas P & K Lamongan, Musthofa Nur. Sedangkan muspida lain juga tak ketinggalan menyambut hangat kedatangan rombongan itu. Mereka tampak bergantian menyalami orang nomor di bidang pendidikan nasional ini. 

Dalam kesempatan itu mendiknas menyinggung aksi kekerasan antar siswa, dan perbuatan yang mengarah pada prilaku tindakan kriminal, yang belakangan kerap terjadi. Seperti kekerasan siswa terhadap aksi geng nero, dan beberapa geng yang mengutil yang ada di Kediri , menjadi keprihatinan tersendiri bagi Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

“Tindakan beberapa siswa, yang mengarah pada unsur kekerasan sama sekali tidak diajarkan dalam kurikulum pendidikan,” ujar Bambang Sudibyo.

Untuk itu agar kejadian seperti siswa yang tergabung dalam geng Nero, dalam melakukan aksi kekerasan terhadap siswa lainya tidak terjadi, Bambang menyerukan kepada semua pengelola sekolah, mulai kepala sekolah dan guru harus benar-benar proaktif, memantau dan memebrikan pembelajaran yang anti kekerasan di dalam kelas maupun di luar.

“Kekerasan yang muncul belakangan salah satunya karena pengawasan sekolah, mulai dari kepsek dan guru sangat lemah. Sehingga para siswa dengan sangat mudah melakukan tindakan kekerasan kepada teman lainya, sampai menjuru pada tindakan criminal,” tambahnya.

Selain pihak sekolah harus lebih proaktif untuk memberikan pengawasan, pihak sekolah kepsek dan guru harus tanggung jawab terhadap semua yang menyangkut masalah siswa, lebih-lebih siswa melakukan tindakan kekerasan.

“Kunci siswa bisa cerdas dan tidak melakukan tindakan apapun, karena peran guru dan sekolah mereka yang sangat besar. Tapi sebaliknya kalau guru tidak proaktif membina dan mengarahkan, bias-bisa kasus seperti geng nero ini bisa kembali terjadi,” ujarnya.

Meskipun aksi kekerasan siswa belakangan masih saja terjadi, namun Bambang Sudibyo menolak kalau aksi kekerasan tersebut, sebagai satu kegagalaan dunia pendidikan di Indoanesia. Justru aksi kekerasan di dalam dan di luar sekolah saat ini sudah jarang terjadi.

Kondisi semacam itu ungkap Bambang yang juga sebagai kader PAN ini, karena sejak adanya kebijakan ujian nasional (Unas) yang konsisten, secara tidak langsung bisa  menurunkan aksi kekerasan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. “Sejak tahun 2004 sejak saya menjadi menteri, tidak ada itu namanya kekerasan, kalaupun ada tapi tidak sampai menciderai dunia pendidikan,” lanjutnya.

Tapi sebelum tahun 2004, bisa dilihat hamper setiap hari aksi kekerasan yang terjadi antar siaswa, baik di dalam maupun di luar sekolah. “Sebelum tahun 2004, hampir setiap hari kalau saya membaca media pasti ada kabar kekerasan yang dilakukan oleh siwa,” ungkapnya.

Karenanya, agar siswa bisa belajar dengan serius dan damai, karena sudah otonomi sekolah,  manajer sekolah guru dan kewenengan guru kepsek  untuk mengatasi siswa yang nakal. Kongkritnya kata Bambang,  kembali peran lembaga pendidikan  dan bupati untuk mengerakkan kepsek, guna mengatasi masalah itu.

Kalau tidak bisa diatasi, pemda harus ikut andil, karena pemda mempunyai kewenangan. Kalau kekerasan yang menjurus terhadap tindakan  pidana, itu sudah menjadi  kewenangan polisi. “Kalau kekerasan yang sudah mengarah pada tindakan pidana, polisi bisa langsung melakukan tindakan,” tegasnya. (jr)

Dibaca: 328 kali

Tagged as: , , ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook