Advertorial DisplayAdvertorial Display

Petani Gresik Digelontor Rp 3, 5 M

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Gresik, beritakota – Pemerintah pusat alokasikan dana pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) sebesar Rp 3,5 miliar untuk 35 kelompok tani di Kabupaten Gresik. Masing-masing kelompok tani mendapat kucuran dana sebesar Rp 100 juta. Untuk memudahkan penyaluran bantuan tersebut, Bupati Gresik DR Kh Robbach Ma’sum MM mengukuhkan 286 ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Kabupaten Gresik, kemarin.

Robbach berharap Ketua Gapoktan yang telah dikukuhkan bisa berperan aktif memajukan kesejahteraan petani di desanya. ” Kami minta bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan petani,” pinta Robbach dalam sambutannya.

Sekkab Gresik, DR H Husnul Khuluq MM menambahkan pertanian merupakan program prioritas Pemkab Gresik. Dari 320.000 jumlah petani di Kabupaten Gresik bisa menyumbang 10,8 persen dari produk domestic regional bruto (PDRB), atau sekitar Rp 2,5 triliun. Jumlah ini masih kalah jauh dari sektor Industri dan jasa.

“Kami sangat berterima kasih kepada petani Gresik, atas usahanya sehingga Gresik bisa berswasembada pangan. Sampai saat ini stok pangan masih cukup untuk 7 bulan mendatang. Kedepan, kami akan lebih merevitalisasi sektor pertanian ini, agar lebih dapat berperan dalam kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan, program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) di Kabupaten Gresik sangat tepat untuk membantu petani untuk mengembangkan pertanian mereka, sehingga hasil pertanian diharapkan terus meningkat.

“Kalau hasil pertanian terus meningkat kami yakin kesejahteraan petani akan lebih baik,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, drh Ninik Sudiharni menjelaskan, Kabupaten Gresik mendapat alokasi 35 Gapoktan dari 1.000 Gapoktan se Indonesia. 35 Gapoktan ini berasal dari 7 kecamatan, masing-masing kecamatan Kedamean, Balongpanggang, Driyorejo, Bungah, Dukun, Duduksampeyan dan Cerme. Tiap Gapoktan mendapat alokasi dana
program sebesar Rp 100 juta. Bantuan Gapoktan 80 persen digunakan untuk usaha budidaya pertanian, peternakan dan perkebunan. Sedangkan 20 persennya digunakan untuk usaha ekonomi lain.

“Dana PUAP merupakan bantuan langsung masyarakat (BLM) yang penyalurannya
langsung ke rekening Gapoktan masing-masing. Penyaluran dilakukan setelah mereka melaksanakan rapat kelompok dan menyusun rencana usaha bersama (RUB) dengan pendampingan dari penyuluh mitra tani (PMT), atau LSM pertanian,” terangnya. yn

Dibaca: 355 kali

Tagged as: , , ,

Comments

  • Mujianto said:

    ya, memang sudah seharusnya sebagai Kepala Daerah memikirkan nasib rakyatnya, lebih-lebih masyarakat miskin yang mereka sangat membutuhkan suntikan dana segar, yang sifatnya tidak mengikat, sehingga tidak terlalu membebani biaya hidup mereka, dan yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan pembinaan kepada mereka agar dana yang mereka dapatkan tersebut dapat dapat terealisasikan dengan baik sehingga dapat memajukan usaha pertanian mereka.

Trackbacks

There are no trackbacks

Temukan Kami Di Facebook