Advertorial Display

Yeny Wahid Prihatin Kemiskinan Turun Keanak Cucu

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban, beritakota – Carut marutnya pembangunan bidang ekonomi nasional saat ini yang berdampak besar pada semakin turunnya tingkat kesejahteraan rakyat kemarin disampaikan Sekjen DPP PKB Zanuba Arifah Chafsoh saat bertemu dengan tak kurang dari 1.500 orang kader partainya di Resort Wilis, Jenu Kabupaten Tuban Sabtu (28/6).

Tingginya angka kemiskinan yang menurutnya akibat salah mengelola negara itu menjadi dasar bahwa warga nahdliyin harus bisa menjadi motor perubahan. Dengan nada bergurau dia membenarkan sebuah statemen SBY tentang terjadi penurunan angka kemiskinan. Namun, menurutnya, yang terjadi malah `turun temurun` sampai anak cucu.

Diapun mempertegas bahwa perubahan itu diartikan bahwa tampuk kekuasaan harus bisa dipegang oleh orang NU, dan dalam pemilu tahun 2011 mendatang mengamanatkan Gus Dur sebagai calon presiden.

‘’Kita semua bisa membedakan saat presiden dipegang Gus Dur dengan yang setelahnya,’’ tutur wanita yang akrab dipanggil Yeni Wachid ini disambut aplaus ribuan kadernya.

Menurutnya, dengan pengelolaan APBN saat ini yang mengandalkan `gali lubang tutup lubang` dengan memanfaatkan hutang luar negeri. Tidak salah kalau dia menyebut Negara ini telah bangkrut. Berkaitan dengan bursa pilkada tingkat Jatim yang bakal digelar 23 Juli 2008 mendatang, Yenny menyebut sesuatu yang strategsi dan harus direbut dengan kerja ekstra keras.

‘’Kita semua sebagai kader partai harus memenangkan pasangan Achamdy dan Suhartono. Ini tidak bisa terjadi tanpa kerja keras,’’ kata Yenny yang mengingatkan bahwa sebuah kekalahan adalah `menyakitkan`.

Ketua PC NU Tuban Ir. H. Noor Nahar Husein mengatakan kesiapan dari jajaran kader partainya untuk memenangkan pasangan Achmady-Suhartono. Menurutnya, soal ini tidak bisa ditawar karena kemenangan kader nahdliyin dalam bursa tersebut berarti juga kemenangan seluruh rakyat Jatim yang sebagian besar adalah warga nahdliyin.

Kedatangan Sekjen PKB kemarin juga dihadiri oleh puluhan ulama dari Bojonegoro maupun Lamongan. Dari Tuban tampak Ketua Syuriah dan Tanfidziah PC NU Tuban, masing-masing KH Kholilrakhman dan KH Fatkhul Huda.

Dalam kesempatan itu Fatkhul Huda mengingatkan pelajaran yang berharga bagi kalangan nahdliyin yakni peristiwa pilkada di Lamongan dan Bojonegoro. Berdasar pada fenomena politik seperti itu, dia dengan tegas bahwa warga nahdliyin harus memilih gubernur.

‘’Kalau hanya wakil tidak bisa berbuat apa-apa,’’ tegasnya.

Senada dengan itu, Yenny meminta agar mesin-mesin politik di tubuh partainya harus bergerak dalam persaingan kursi no 1 Jatim ini. Apabila tidak, bisa seperti yang menimpa PKB Jawa Tengah.

‘’Kader partai sampai tingkat bahwa harus bekerja,’ tutur Yenny yang mengaku tetap optimis kalau DPP PKB versi Gus Dur menang dalam pengadilan banding nantinya. (kh)

Dibaca: 733 kali

Random Posts

    Comments are closed.

    Temukan Kami Di Facebook