Advertorial Display

Ketua KPRI Dilaporkan Polisi

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban, Beritakota – Sekitar 100 anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) As-Syirkah dari kantor departeman agama (Depag) Kabupaten Tuban berbondong-bondong mendatangi Polres Tuban, Kamis (3/7). Mereka melaporkan pengurus koperasi setempat karena diduga telah melakukna korupsi asset koperasi senilai Rp 2 miliar.

Aset KPRI yang diketui Suhadi tersebut, berupa dana simpanan anggota masing-masing sekitar Rp 4 juta per orang. Termasuk juga ratusan BPKB dan STNK kendaraan milik anggota yang semula menjadi agunan koperasi. Sedangkan jumlah anggota KPRI As-Syirkah sebanyak 500 orang yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Para anggota lapor ke Polres Tuban, karena upaya musyawarah yang diminta anggota tidak pernah digubris pengurus. Selain itu KPRI yang beranggotakan PNS jajaran Depag Tuban ini, sudah pernah diaudit independent (audit eksternal). Hasilnya juga tidak diketahui, karena pengurus terkesan menghindar ketika akan diaudit.

“Banyak data yang harusnya menjadi dokumen KPRI hilang. Kami sudah meminta pertanggungjawabkan pengurus, tapi mereka selalu menghindar. Makanya kami beramai-ramai melaporkan masalah ini ke Polres Tuban,” tegas Junaidi anggota KPRI As-Syirkah saat ditemui di Mapolres Tuban.

Junaidi yang juga menjabat sebgai Pengawas Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Singgahan ini menambahkan, sebenarnya para anggota sudah habis kesabarannya. Apalagi, upaya dari Kepala Kantor Depag Tuban Drs.H Sutrisno Rahmad, juga tidak direspon baik oleh pengurus.

“Prinsipnya para anggota tetap meminta asset milik KPRI maupun anggota untuk dikembalikan” Lanjut Junaidi di sejumlah anggota KPRI As-Syirkah di tempat sama.

Para anggota mengungkapkan, raibnya asset KPRI As-Syirkah sudah diketahui sejak Rapat Tahunan Anggota (RTA) tahun 2004 silam. Saat itu pula, terjadi kegaduhan di arena rapat hingga anggota menuntut KPRI dibubarkan. Sementara pengurus dimintai pertanggungjawaban.

“Sejak itu hingga sekarang nasib KPRI tidak jelas, pengurus juga saling lempar tanggung jawab,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Depag Tuban H Sutrisno Rahmad selaku Pembina KPRI As-Syirkah yang dikonfirmasi menyatakan, sebenarnya pihaknya sudah mencoba membantu menyelesaikan kemelut KPRI tersebut kepada pengurus. Namun pihak pengurus sulit diajak bertemu anggota untuk menyelesaikan permasalahan.

“Mediasi sudah kita lakukan, tapi nampaknya pengurus masih saja sulit dipertemukan. Kalau saat ini dilaporkan ke polisi itu hak anggota,” kata Sutrisno seraya menambahkan, kasus KPRI ini terjadi sebelum ia menjawab Kepala Depag Tuban.

Sayangnya hingga berita ini ditulis, Ketua KPRI As-Syirkah Tuban, Suhadi, yang kini sudah pensiun dari PNS Depag Tuban tidak berhasil dimintai keterangan. Menurut keluarganya, ia sedang ada kegiatan di luar rumah.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Efendi Lubis menyatakan, pihaknya akan memproses laporan dugaan korupsi di KPRI As-Syirkah yang dilakukan anggota koperasi tersebut.

“Saya minta kalau laporan lagi jangan beramai-ramai, nanti dikira unjuk rasa. Kasus ini tetap kita tindak lanjuti sesuai aturan hukum hingga tuntas,” ujarnya. (kh)

Dibaca: 246 kali

Tagged as: , , , ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook