Awas Datangnya ”Baby Boom” Jilid II di Indonesia
Jakarta, Beritakota – Anggota komisi IX (Bidang Kesehatan) DPRRI asal FPKS, Abdul Aziz Arbi mengatakan bahwa negara Indonesia siap-siap menanti datangnya “Baby Boom” Jilid II, yaitu peledakan penduduk yang sulit di hindarkan. Hal itu diungkapkan pada acara memperingati Hari Kependudukan Dunia, jatuh pada 10 Juli, digedung DPR RI, kemarin.
Abdul Aziz memaparkan hasil sensus penduduk Indoensia tahun 2000 menunjukkan bahwa selama tiga dasawarsa terakhir jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dengan pesat, walaupun laju pertumbuhan penduduk (LPP), menunjukkan kecenderungan menurun. Selama periode 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah 24,1 juta jiwa, sehingga pada tahun 2000 menjadi 204 juta jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk tetap 1,27 % per tahun, maka pada tahun 2010, penduduk Indonesia diperkirakan akan bertambah 9 juta jiwa lagi, sehingga menjadi 233 juta jiwa dengan catatan terjadi peningkatan peserta KB sebesar 1%, bila peserta KB tidak bertambah dari tahun sekarang (2008) maka penambahannya sekitar 255,5 juta jiwa.
Berdasarkan data dari Bappenas (2005), kemungkinan pertambahan yang terjadi mencapai 350 juta jiwa pada tahun 2025. ini sangat kontraproduktif dengan target dari BKKBN, yang memprediksi angka kelahiran total yang ditargetkan BKKBN adalah 2.2 (2007) dan mencapai 2.0(2015) sesuai target Millenium Development Goals.
“itu terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB)” imbuh aziz arbi.
“Kalau angka kelahiran tidak bisa ditekan, maka PemerintahRI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya, khusunya warga miskin”, ungkap aziz arbi.
Dia mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut perlu adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional, disinilah peran pemerintah untuk mencanangkan
“Revitalisasi Program KB”. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4 K; Ketahanan Pangan/ekonomi, Ketahanan Pendidikan, Ketahanan Moral dan Ketahanan Sosial.
Aziz Arbi menjelaskan berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa faktor yang menyebabkan Baby Boom terjadi yaitu: Pertama, pembangunan mengalami kegagalan, jumlah penduduk miskin meningkat tajam. Kedua, akses pendidikan, pelayanan kesehatan dan lain-lain menurun, sehingga angka moralitas naik. Ketiga, kelompok miskin tidak mempunyai akses/mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
Padahal program revitalisasi KB, kata Aziz Arbi dapat memutus rantai kemiskinan. Oleh itu pemerintah memasukkan dalam kluster II Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.
Dibaca: 280 kali“Ini bentuk intervensi awal supaya keluatga miskin tak bertambah,” ujar Aziz Arbi seraya berharap bagi keluarga miskin program KB berlaku gratis, dan bisa di akses kapanpun dan dimanapun. (yn)

