Advertorial Display

Gus Ipul Janji Tak Akan Tinggalkan NU

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Usai Dialog Ngopi Di Warung Pingir Jalan
Tuban, Beritakota – Cawagub Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga menjabat Ketua Umum PB GP Ansor dua priode ini tidak mewajibkan anggoata GP Ansor di Jawa Timur untuk memberi dukungan mutlak terhadap pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Jatim yang mendampingi Dr.H.Soekarwo (Pakde Karwo) pada Pilgub Jatim yang kurang satu pokan lagi (23 Juli 2008).

Hal tersebut itu disampaikan Gus Ipul -sebutan akrab Syaifullah Yusuf- dalam acara Silahturahmi Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tuban kemarin malam (16/7) yang dihadiri sekitar 40 pengurus Ansor Mulai dari tingkat ranting sampai tingkat cabang, yang bertempat Di Gedung Serbagunan Kecamatan Plumpang Tuban.

“Saya hanya mengajak yang mau saja, yang tidak mau terserah, itu hak Sampeyan masing-masing” Kata Gus Ipul.

Pertemuan PC Ansor Tuban untuk yang kedua kalinya ini sengaja diadakan oleh PC GP Ansor Kabupaten Tuban untuk memberi kesempatan Syaifullah Yusuf menyampaikan visi dan misinya sebagai Cagub Jatim itu banyak yang mempertanyakan yang mencalonkan dari partai non PKB.

“Kenapa sih, Gus Ipul tidak mencalonkan dari partai yang dilahirkan oleh NU (PKB.red), kita ini serba repot, tidak kita bantu sampean pimpinan kami, kita bantu anda berangkatnya dari partai yang tidak segaris dengan NU” seru salah seorang pengurus PAC kepada Gus Ipul saat Cagub yang didukung PAN, PKS, Partai Demokrat ini.

Menanggapi pernyataan itu, Syaifullah Yusuf mengatakan, pencalonannya sebagai Cagub Jatim mendampingi Soekarwo secara kelembagaan tidak ada kaitannya dengan NU atau PKB.

“Sebenarnya pingin sih melalui PKB, tapi kondisinya seperti itu” tandas Gus Ipul.

Gus Ipul juga menjelaskan, bahwa dirinya bersedia menjadi pendamping Soekarwo juga atas dorongan para Kyai Sepuh NU, seperti Kyai Mas Nawawi Sidogiri, Kyai Idris Marzuki Lirboyo, Kyai Zainuddin Jazuli Ploso, dan kyai sepuh lainnya. Selain itu, tambahnya, dari sekian Cagub, hanya Soekarwo yang dinilai memiliki perhatian dan komitmen terhadap pembangunan pesantren.

“Jadi tidak perlu khawatir saya akan melupakan NU dan Ansor nantinya, walau saya disokong oleh orang-orang non NU, tapi kami berharap teman-teman Ansor yang mau bergabung dengan saya, juga turut membantu” tegasnya pula. Gus Ipul sendiri mengaku tidak berani memasang target perolehan suara pada Pilgub 23 Juli nanti. Tapi ia yakin paling tidak Karsa (Soekarwo-Syaifullah Yusuf) mampu meraih hingga 30 % suara.

Gus Ipul Cangkruk’an Di Warung Kopi.Sementara itu, seusai acara silaturrahim bersama seluruh pengurus Ansor se-Kabupaten Tuban, Gus Ipul tidak langsung pulang. Mantan menteri percepatan desa tertinggal (PDT) ini, cangkruk-an bersama masyarakat sekitar di warung kopi dekat lokasi pertemuan, yang pada saat itu, banyak masyarakat yang lagi asik minum kopi.

Masyarakat banyak yang tidak mengira, kalau seorang mantan menteri, yang juga keturunan kiai ini enjoi dan bisa berbaur dengan masyarakat kecil. Hampir satu jam Gus Ipul ngobrol dengan masyarakat yang lagi minum kopi diwarung tersebut. Dari pembicara antara Gus Ipul dangan warga, tidak menyinggung sedikitpun tentang niatan dia sebagai Cawagub, akan tetapi lebih banyak ngobrol tentang kondisi perekonomian ditengah mahalnya harga kebutuhan pokok.

“Kok mau ya.., mantan menteri cangkruan dengan masyarakat kecil, apa lagi ini terlihat gayeng, tidak seperti para pejabat yang lagu kunjungan, paling lama lima sampai sepuluh menit” Kata Ida Mustohfa warga Plumpang yang ikut nimbrung cangkruan bersama Gus Ipul. (kh)

Keterangan foto : Drs. H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) lagi enjoi cangkruk’an di Warung Kopi bersama masyarakat,kemarin (16/7), seusai acara silaturrahim bersama pengurus Ansor se-Kabupaten Tuban di Kecamatan Plumpang Tuban/ beritakota (GusHuda)

Dibaca: 174 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook