Banyak Belum Terdaftar Nyoblos Pilgub
KPUD Kurang Sosialisasi
Gresik, Beritakota – Warga Gresik diperkirakan banyak yang tidak mencoblos dalam pemilihan pemilihan Gubernur Jatim yang akan di gelar 23 Juli mendatang. Pasalnya banyak warga yang belum terdaftar pemilih tetap (DPT) oleh petugas KPUD Gresik.
Seperti halnya di Kelurahan Karangturi, Gresik banyak warga yang sudah punya hak pilih tidak didaftar. Mereka tidak tahu kalau ada petugas mendaftar warga. Buktinya, tidak ada petugas, baik dari KPUD maupun kelurahan yang datang ke rumah warga untuk mendaftar penduduk.
Tapi mereka mendengar kalau petugas tidak lakukan daftar ulang, atau pemutakhiran data pemilih tetap pilgub. Petugas menggunakan data lama, yakni pilpres 2004, dan pilbup Kabupaten Gresik tahun 2005.
“Kalau daftar pemilih tetap pakai data pilpres dan pilbup kenapa kami tidak terdaftar, padahal dulu saya terdaftar dan ikut coblosan,” ujar Hafidi asal Karangturi itu.
Hal yang sama warga komplek Bunder Asri, Bunder juga banyak yang belum terdaftar. Ny. Ana menambahkan dirinya tidak masuk daftar pemilih tetap.
“Padahal saya ingin sekali ikut berpartisipasi dalam pilgub itu untuk memilih pemimpin yang layak,” ujarnya mengeluh.
Untuk mencarijalan keluarnya, lanjut Ny. Ana KPUD agar giat melakukan sosialisasi pilgub Jatim supaya masyarakat mengetahui siapa saja yang belum terdaftar untuk memilih gubernur baru.
“KPUD tidak pernah lakukan sosialisasi ke daerah kami,” tambahnya mengeluh.
Sementara itu anggota KPUD Kabupaten Gresik, Drs Nur Faqih mengatakan, warga Kabupaten Gresik yang belum terdaftar ada dua kemungkinan. Pertama, mereka bukan warga asli Gresik, alias warga musiman dengan kantongi kartu domisili. Dan, kedua warga asli Gresik dan punya KTP. Tapi, mereka kurang pro-aktif ketika petugas lakukan pendaftaran pemilih sementara (DPS) hingga ditetapkan menjadi pemilih tetap.
“Kami sudah lakukan sosialisasi dan pemutakhiran data pemilih pilgub Jatim. Kalau ada warga yang belum terdaftar, mungkin mereka pendatang, atau kurang pro-aktif,” ujarnya.
Namun, KPUD lanjut Faqih tidak bisa mendaftar mereka. Sebab, pendataran, dan penentuan daftar pemilih tetap sudah selesai Juni. KPUD sangat prihatin dengan kondisi itu. Sebab, kondisi itu bisa berpengaruh terhadap jumlah angka golput di Kabupaten Gresik pada
Pilgub 23 Juli.
“Saya tidak bisa memprediksikan, berapa angka golput, tapi saya yakin adanya warga tidak terdaftar jadi pemilih menambah angka golput, ” ungkap Faqih.
Jumlah pemilih tetap yang terdaftar sebanyak 853.615 jiwa dari total jumlah penduduk Kabupaten Gresik mencapai sekitar 1.300.000 jiwa. Sedangkan tempat coblosan bagi warga yang sudah terdaftar itu KPUD sudah menyiapkan 1.929 tempat pemungutan suara (TPS). yn
Dibaca: 184 kali
