Advertorial DisplayAdvertorial Display

Achsan Unggul di Gresik

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Gresik, Beritakota – Perolehan suara sementara lima pasangan cagub-cawagub yang masuk ke KPUD Gresik, untuk Khofifah Indar Parawansyah-Mujiono (Kaji) 42.477 suara. Sutjipto-Ridwan Hisyam (SR) 23.048 suara. Sunarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) 23.025 suara. Ahmady-Suhartono (Achsan) 44.794 suara. Dan, Sukarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) 36.569. Pasangan Achsan unggul di Kabupaten Gresik. Dalam pilgub ini jumlah warga Gresik yang tidak nyoblos alias golput cukup tinggi. Dari tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan se Kabupaten Gresik rata-rata sepi.

Pengamatan, rata-rata masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput di setiap TPS mencapai antara 30-40 persen dari total jumlah suara. Satu TPS rata-rata hak pilihnya antara 300 orang hingga 600 orang. TPS yang terlihat golputnya cukup tinggi di antaranya TPS 5 dikelurahan Tlogo Pojok Kecamatan Gresik. Di TPS itu jumlah golputnya mencapai 40 persen dari total pemilih 500 orang, atau sekitar 200 pemilih yang golput.

Hal serupa juga terjadi di TPS 1 Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik. Dari 550 pemilih, yang hadir sekitar 286 pemilih, yang tidak hadir 274, dan sisanya tidak sah. Atau golput sekitar 50 persen lebih.

Banyaknya warga yang pilih golput disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, warga merasa kalau cagub-wawagub selama ini hanya bisa mengumbar janji.

“Malas nyoblos mas, wong kami selama ini hanya diperalat. Mana janji-janji cagub-cawagub yang dilaksanakan, ” kata Nur Rohman, warga kota Gresik, Rabu (23/7).

Nur Rohman memilih memanfaatkan waktu libur ( pilgub Rabu, red) untuk berkumpul dengan keluarga. Sebab, selama ini ia terlalu sibuk bekerja, sehingga waktu bercengkrama dengan keluarga kurang. ” Saya di rumah saja mas, kumpul keluarga, ” tuturnya.

Ny Ida, warga Perum Bunder Asri Kebomas juga mengaku tidak nyoblos. Padahal, ia mendapatkan kartu pemilih. Sikapnya tidak nyoblos karena merasa cagub-cawagub yang maju tidak akan bisa membawa perubahan Jawa Timur lebih baik.

“Saya dapat kartu pemilih, tapi saya tidak nyoblos, karena saya tidak punya pilihan yang pas,” katanya.

Sementara data sementara yang masuk ke KPUD Kabupaten Gresik sekitar pukul 17.00 WIB, jumlah golput mengalahkan jumlah pemilih. Dari total pemilih yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 853.615 pemilih, angka golputnya mencapai sekitar 683.702, atau sekitar 75 persen lebih.

Sementara anggota KPUD Kabupaten Gresik, Nur Faqih ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan, angka golput mengalahkan suara pemilih. Namun, pihak KPUD belum bisa memastikan berapa total suara pemilih yang sah, tidak sah, dan angka golput. Sebab, KPUD tengah menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara dari panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Kita baru memiliki data perolehan sementara. Yang jelas angka golput unggul sekitar 75 persen,” ujarnya. yn

Dibaca: 291 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook