KarSa Menang Tipis Atas Ka-Ji
Golput Capai 37 Persen
Lamongan, Beritakota – Tidak seperti yang diprediksi semula, di Lamongan diharapkan bisa mendulang suara maksimal bagi pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf, yanga diusung oleh PAN, Demokrat, dan PKS namun tidak demikian. Buktinya, meskipun pasangan KarSa tetap menjadi pemenang di Lamongan, namun perolehanya suaranya tidak begitu segnifikan, dan hanya terpaut sangat tipis dengan pesaingnya Khofifah-Mudjiono.
Pasangan Khofifah –Mudjiono sebagai pasangan yang fenomenal, dan sama sekali tidak diunggulkan di Lamongan, ternyata mampu membalikkan fakta. Meksipun mesin politik PPP di Lamongan kurang begitu solid, tapi perolehan suara Ka-Ji lebih karena peran Muslimat.
Lain lagi dengan pasangan SR yang diusung oleh PDIP, meskipun SR ada diurutan nomor 3 di Lamongan, secara kuantitatif perolehan suara untuk PDIP mengalami kenaikan yang cukup seknifikan, dibandingkan dengan pilihan legislative dan pilpres pada tahun 2004, yang hanya berkisar antara 17-19 persen.
Sementara itu, hingga kemarin, Kamis (24/7), pukul 12.00 wib, hasil rekapitulasi penghitungan suara sementara KPUD Lamongan menunjukkan pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sama-sama kuat di Lamongan. Pasangan KarSa untuk sementara unggul sebesar 27,89 % dan pasangan KaJi hanya selisih tipis yaitu 27,56 %.
Untuk pasangan KarSa menudulang suara 173.779, sedangkan pasangan Ka-Ji memperoleh 171.689 suara. Sedangkan pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) di Lamongan berhasil meraup suara sebesar 139.854 atau 22,45 %.
Untuk pasangan Soenarjo-Ali Maschan Moesa (SaLam), yang diusung oleh partai Golkar puas diposisi ke empat setelah SR. Karena dalam pilgub kali ini, Salam di Lamongan hanya memperoleh suara sebesar 90.805 atau 14,57 %, lebih besar dari pada suara yang diperoleh pasangan Achmady-Suhartono (Achsan), yang diusung oleh PKB sebesar 46.916 atau 7,53 %.
Kekalahan pasangan Achsan di Lamongan, sudah banyak diprediksi sebelumnya, karena hingga saat ini konflik internal PKB di Lamongan, juga belum redah. Sehingga mesin politik tidak bisa berjalan dengan maksimal.
Sementara itu, anggota KPUD Lamongan Mashuri mengatakan, untuk tingkat partisipasi warga dalam mencoblos pada 23 Juli kemarin, menuturkan dari data yang sudah masuk ke KPUD Lamongan, warga yang datang ke TPS sebesar 63 % dan jumlah suara yang tidak sah sebesar 3,60 %.
“Warga yang menggunakan hak pilihnya di Lamongan dari data sementara sebesar 646.335 dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebesar 384.534 atau 37 %,” ujarnya.
Jumlah tersebut sudah termasuk jumlah suara dan pencoblosan yang dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Kab. Lamongan. Di tahanan LP ini, jumlah pemilih seperti yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT), berjumlah 157 DPT.
Yang mengikuti pencoblosan berjumlah 132 penghuni Rutan yang memiliki hak pilih. Hasil perhitungan suara menunjukkan dari 132 penghuni yang memilih suara hanya terdapat 5 kertas suara yang tidak sah.
“Bahkan seluruh dari pemilih tersebut, tepat waktu dan tidak ada yang terlambat,” ungkapnya.
Adapun jumlah pemilih di Lamongan lanjut Mashuri sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang ditetapkan oleh KPUD Jatim adalah sebesar 1.030.869 pemilih. Mashuri menambahkan, tingkat partisipasi yang rendah pada pilgub Jawa Timur untuk tidak datang ke TPS-TPS yang tersedia, karena berbagai factor. Salah satunya apatisasi masyarakat yang tidak ingin tahu dan tidak ingin terlibat dalam pesta demokrasi untuk memilih pemimpin.
Padahal lanjut Mashuri, pihak KPUD jauh-jauh sudah mensosialisaskan pelaksanaan pilgub dengan maksimal, yang dibantu oleh pemerintah pusat.
Dibaca: 163 kali“Kalau sekarang Golputnya mencapai 37 persen, saya kira angka seperti ini sudah rata di semua daerah, bahkan di Jember kabarnya mencapai 50 persen,”katanya. (jr)


