Advertorial Display

Warga Tuban Mulai Konsumsi Nasi Gaplek

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (beritakota.net) – Sebagian masyarakat Tuban mulai mengkonsumsi nasi aking (karak) dan gaplek. Ini lantaran akibat melambungnya harga kebutuhan pokok dan kekeringan di musim kemarau yang makin parah di bumi Ronggolawe itu. Seperti yang disampaikan oleh Warsipah, warga RT 01 RW 14 Dusun Gondang Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding mengaku dalam beberapa bulan terakhir ini dia dan keluarganya mulai makan nasi aking untuk mengganjal perutnya.

Ibu tiga anak ini mengaku terpaksa mengkonsumsi nasi aking karena gajinya sebagai buruh pakan ternak hanya Rp 250.000 itu tidak mencukupi untuk membeli beras dan lauk pauk. Sedangkan suaminya yang sebelumnya menjadi penopang kebutuhan rumah tangga kini tidak lagi bekerja karena sakit ginjal. “Dari pada tidak makan, mas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, (7/8) saat ia membeli beberapa kilogram karak di Pasar Baru Tuban.

Berbeda dengan Warsipah, Jasminto, 53, warga Dusun Tlogopule Desa Prunggahan Kulon ini mengaku sejak dua minggu terakhir ini mulai makan gaplek dari olahan singkong untuk makanan pokoknya. Itu dilakukan karena jatah beras untuk keluarga miskin (raskin) lima kilogram dari desa, tidak mencukupi untuk kebutuhan makan nasi beras sehari-hari.

Kepala Desa Prunggahan Kulon, Liek Soerito mengaku belum mengetahui kalau warganya mulai mengkonsumsi makanan alternatif, seperti nasi aking dan gaplek. “Saya kok belum mendengarnya. Tapi nanti saya akan ke lapangan untuk mengetahui kebenarannya,” ujarnya.

Sementara pedagang karak di Pasar Baru Tuban Heri Jumanto menuturkan dalam satu bulan terakhir ini penjualan karak meningkat. Tiap hari rata-rata antara 2 hingga 3 kuintal dengan harga jual per kilogramnya Rp 2.000. “Yang beli biasanya dari Kecamatan Semanding dan sekitarnya. Seperti dari Tegalbang, Kowang, dan Bekti,” ujarnya.

Melambungnya harga kebutuhan pokok tersebut dikuatkan dengan survei dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang di dapat beritakota.net dari BPS Tuban menyebutkan, inflasi di Tuban selama Juli 2008 ini mencapai 1,37 persen. Naiknya inflasi tersebut diikuti kenaikan indeks kelompok bahan makanan atau indek harga konsumen (IHK) yang nilainya mencapai 3,69 persen. IHK bahan sandang naik 1,62 persen, sementara kesehatan naik 0,36 persen. Khusus kelompok bahan makanan, sembilan diantaranya kenaikan IHK cukup signifikan.

“Hanya satu kelompok yang tidak, yakni umbi-umbian yang turun 0,62 persen,” kata Kasi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Tuban, Yudi Prasetiyono. (kh)

Dibaca: 721 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook