Elpiji 12 Kg Tembus 90 Ribu Pertabaung
Tuban, Beritakota – Melonjaknya harga elpiji di berbagai daearah, ternaya juga terjadi Kabupaten Tuban, dari pantauan beritakota pada sejumlah kios kini mencapai Rp. 90 Ribu untuk ukuran 12 Kg. Dimana satu minggu sebelumnya di tingkat pengecer Rp 75 ribu per tabung 12 Kg.
Sementara untuk elpiji berukuran 3 Kg pada sejumlah kios keberadaanya juga langka, padahal sebelumnya masih banyak elpiji berukuran 3 kg masih banyak, meski masyarakat lebih banyak menggunakan yang berukuran 12 Kg.
Sejumlah pengecer ini mempertimbangkan biaya biaya atau trasportasi kulakan elpiji, sehingga harga elpiji ini melejit. Harga yang mencapai Rp 85.000-90.000 ini terjadi tidak hanya di wilayah kota tuban, akan tetapi pada sejumlah Kecamatan besar seperti Rengel, Singgahan, Bancar dan Kecamatan Senori juga terjadi yang sama.
“Sebenarnya kita tidak ingin menyusahkan pembeli dengan kenaikan harga elpiji. Akan tapi kalau tidak menyesuaikan dengan biaya pengambilan, kita juga jadi rugi” kata Sodikin, salah satu pengecer elpiji di Jl.Mastrip Tuban kepada beritakota (25/8).
Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh para pengecer gas elpiji lain dari wilayah kecamatan. Di samping masalah biaya transportasi, mereka juga mempertimbangkan minimnya minat warga menggunakan elpiji untuk memasak.
“Pembelinya ya orang itu-itu saja. Mereka juga menyadari kondisi pengecer seperti kita,” ungkap sejumlah penyalur elpiji asal Kecamatan Rengel.
Para pengecer ini mengakui, tabung elpiji yang dijual bersamaan kenaikan harga ini merupakan sisa elpiji yang belum terjual. Praktis elpiji tersebut merupakan kulakan dengan harga sebelum kenaikan, yakni sebesar Rp 63 ribu hingga Rp 65 ribu per tabung 12 Kg.
“Saya memang belum mendapat kiriman dari agen, tapi kalau tidak saya jual segitu, nanti pada saat kulakan pasti kita akan rugi atau tidak bisa kulakan lagi” Kata Fery warga keturunan di kawasan Jalan Pemuda Tuban.
Sementara imbas dari kenaikan harga elpiji banyak dirasakan oleh para pemilik warung yang menggunakan elpiji untuk memasak.
Dibaca: 1285 kali“Kalau bahannya untuk memasak naik, tentunya kita juga akan menaikan harga. Apalagi menjelang bulan puasa ini, sembako di Tuban juga mulai naik,” ungkap salah satu pemilik rumah makan di dijalan basuki rahmad. (kh)


MEMANG MEMPERIHATINKAN, PEMERINTAH KITA MEMANG SUDAH TIDAK PEKA LAGI PADA PENDERITAAN RAKYATNYA.