Advertorial Display

Jelang Puasa, Ormas Islam Tuban Perangi Maksiat

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (beritakota.net) – Sedikitnya terdapat tiga belas (13) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yang tergabung dalam Majelis Komunikasi Ormas Islam (MKOI) Tuban, kemarin (26/8) dikantor PCNU Tuban Jl.P Diponegoro No.17 menyatakan perang melawan kemaksiatan di Bumi Ronggolawe selama puasa yang tinggal enam hari lagi ini.

Ketua PCNU Tuban, H. Fathul Huda, yang didaulat sebagai Ketua MKOI dalam pertemuan itu mengatakan, umat Islam di Tuban sudah waktunya mengembalikan citra Tuban sebagai Kota Wali seperti masa-masa lampau. Oleh karena itu, lanjutnya, MKOI akan terus melakukan upaya prefentif berkembangnya segala bentuk kemaksiatan agar tidak semakin marak di Bumi Ronggolawe ini.

“Kita sudah gerah dengan semakin pesatnya pertumbuhan tempat-tempat hiburan malam, warung-warung prostitusi dan berbagai bisnis maksiat lainnya. Makanya kita akan mengambil sikap tegas agar kemaksiatan tidak terus menjamur di kota wali ini” Kata Fathul Huda saat jumpa Pers Dikantor PC NU.

Pengusaha Batubara yang juga ketua PC NU Tuban mengatakan, MKOI yang terdiri dari aneka ragam aliran (Madzab) dan pemahaman itu diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu ormas-ormas Islam di Tuban, sehingga umat Islam memiliki bargaining possision yang jelas, baik dalam percaturan politik, social mapupun ekonomi. Menurutnya, hingga sekarang umat Islam di Tuban masih terpinggirkan, kendati 99,9 Persen warga Tuban pemeluk Islam.

“Kebijakan-kebijakan Pemerintah mana ada yang menguntungkan umat Islam. Ini bukti kalau kita masih terpinggirkan. Makanya kita harus bersikap tegas,” tambah Huda.

Mendampingi H.Fathul Huda, Drs. Budi Handaya yang juga didaulat sebagai sekretaris MKOI Tuban oleh delegasi ormas lain menjelaskan, kalau sikap MKOI tidak akan mengenal kompromi terhadap setiap tindakan yang dinilai maksiat dan menyalahi melangar islam, meski demikian pihaknya akan tetap akan menajaga kesantunan dan tidak mengunakan cara anarkhis.

“Kita akan mengutamakan pendekatan persuasive. Yang berhak melakukan pelarangan kan Pemerintah. Pemerintah bias mengeluarkan regulasi untuk membatasi usaha-usaha kemaksiatan, minimal saat Romadhon,” Kata Budi Handaya Sekretaris MKOI yang juga pengurus PD Muhamadiyah Tuban.

Masih kata sekretaris MKOI, Rencananya, pada Jum’at mendatang MKOI akan menggelar pawai dan membacakan surat pernyataan di depan para Wakil Rakyat di DPRD Tuban. Sekitar 1000 massa akan dikerahkan untuk mendukung pawai itu.

“ Kita perlu show of force, dan menunjukkan bahwa kita bisa berjalan bersama,” imbuh Budi.

Sementara sejumlah Ormas yang tercatat dan bergabung dalam MKOI adalah Majlis Ulama’ Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban, PC Nahdalatu Ulama (NU), PD Muhammadiyah, DDII, MDI, IKADI, DMI, SALIMAH, HTI, Al Irsyad, Hidayatullah, dan LDII dan Front Pembela Islam (FPI). (kh)

Dibaca: 1603 kali

Tagged as: ,

Comments

  • KH.Sofwan said:

    KEMAKSIATAN HARUS DI BUMIHANGUSKAN, JIKA ADA ORANG LAIN YANG MENGATAKAN KAMI AROGAN, MAKA TUNJUKAN KEAROGANAN KAMI. JIKA ANDA MENANTANG KAMI UNTUK PERANG, MAKA TENTUKAN HARI, WAKTU, TANGAL DAN TEMPATNYA.

Trackbacks

There are no trackbacks

Temukan Kami Di Facebook