Advertorial Display

PKB Tuban Jual Kursi Caleg Rp. 60 Juta

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail


Tuban, Beritakota.net – Sungguh memperihatinkan, masih ada cara atau politik “Dagang Sapi” yang banyak dikecam oleh kalangan masyarakat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tuban yang notabene-nya sebuah partai yang dengan gencar menyuarakan pembelaannya kepada yang benar, dan partai yang berbasiskan masyarakat Nahdliyin ternyata dengan terbuka menawarkan nomor jadi untuk calon legeslatif (Caleg) dengan nilai Rp. 60 Juta.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua DPC PKB kabupaten Tuban Ir. H. Noor Nahar Husein, M.Si kemarin petang (10/09) pada acara rapat koordinasi dan buka bersama pengurus PAC PKB mulai dari ketua Dewan Syuro dan Ketua Dwewan Tanfidz se-kabupaten Tuban dengan sekitar 70 para bakal calon legeslatif(Bacaleg)di kantor DPC PKB Jl.Wahidin Sudirohusodo .

“Pada pemilu 2004 yang lalu, DPC PKB Tuban menghabiskan dana sekitar Rp. 2 Milyad lebih, dan kursi yang didapat sepuluh kursi, itupun semua caleg masih dimintai uang pendaftaran sebesar Rp. 5 Juta, terus bagaimana kalau untuk nomor urut 1 kita minta kontribusi sebesar Rp.60 Juta, nomor urut 2 Rp.30 Juta dan seterusnya” Kata Noor Nahar melempar penawaran harga sebuah kursi jadi pada semua Bacaleg PKB.

Melihat ketua DPC DPC melempar penawaran harga tersebut, seluruh bacaleg yang sudah ditetepkan oleh Tim Mantap DPC PKB pada nomor urut 1 dan 2, yang mayoritas masih menjabat sebagai anggota DPRD satupun tidak ada yang  menjawab untuk menolak atau menerima, malah sebaliknya sebagian besar Bacaleh nomor urut 3 dan seterusnya protes dan menyatakan apa yang dilakukan oleh DPC PKB Tuban adalah Politik “Dagang Sapi”.

“Apa pertimbangan, DPC menetapkan nomor urut yang terlebih dahulu tidak menghadirkan DPAC yang merupakan kepanjangan partai, selaian itu kalau DPC mengendaki nilai segitu, artinya DPC sudah mempraktekan politik dagang sapi, kalau sudah begini, maka kader-kader PKB potensial tidak akan ada ceritannya menjadi anggota DPR” Kata Muhtarom Ketua DPAC PKB Kecamatan Plumpang yang juga Bacaleg nomor 4 dari daerah pemilihan (Dapil II) yang meliputi Kecamatan Palang, Plumpang dan Kecamatan Widang.

Bahkan, dari sebagian Bacaleg yang ikut menghadiri undangan pertemuan dikantor DPC PKB kemarin banyak yang mengerutu terkait dengan penawaran ketua partai yang dinilai tidak memenuhi azas rasa keadilan. Bukan pada nilai uangnya, akan tetapi peluang dan karir politik para kader kalau diukur dengan nominal rupiah maka lambat laun partai pasti akan ditinggal oleh kadernya.

“Cik enak e’, tinimbang kon mbayar sak mono luwih apik tak sumbangno masjit, madrasah opo anak yatim wae, pirang-pirang tahun ngabdi kok digawe jangkep-jangkepan” Moh. Irham Caleg nomer urut 11 pada Dapil 1 yang meliputi kecamatan Tuban, Merakurak, Kerek, Montong dan Singahan.

Sementara pada pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB sempat memanas terkait dengan tuntutan mayoritas Bacaleg yang menghendaki tidak ada nomor urut atau mengunakan suara terbanya. Noor Nahar bersikukuh tidak mau mengunakan pola suara terbanyak karena tidak ada landasan dan intruksi dari DPP ataupun DPW PKB Jatim.

“Kalau ada landasan yang mengatur itu, kalau difoting pasti kalah yang nomor utut satu dan dua, ini sudah haril rapat dari Tim Mantap” Kata Mantan Ketua PC NU Tuban pada undangan dan para bacaleg yang langsung berhambur keluar dari ruangan tidak menghiraukan perkataan ketua DPC PKB. (kh)

Keterangan foto : Rapar Koordinasi DPC, DPAC dan Bacaleg PKB se-Kabupaten Tuban dikantor DPC Jl. Wahidin sudirohusodo yang sempat memanas kemarin (10/09) karena DPC dinilai tidak adil dan pilh kasih dalam mengantar kader sebagai anggoata DPRD. (Gus Huda)

Dibaca: 1704 kali

Tagged as: ,

Comments

  • Fathul Huda said:

    SAYA PRIHATIN DENGAN SIKAP DPC PKB TUBAN, SAYA MENGIMBAU AGAR KONSTITUEN PKB TETAP SILID, SELAIN ITU SAYA JUAG MENGHIMBAI AGAR NOOR NAHAR AGAR DI GANTI DALAM WAKTU DEKAT.

Trackbacks

There are no trackbacks

Temukan Kami Di Facebook