IPPNU Hidupkan Kembali Tongklek Warisan Wali
Tuban, Beritakota – Sebanyak 141 kelompok peserta Musik Tongklek (musik patrol.red) kemarin malam (23/9) membuat macet kota Tuban. Musik tradisional khas, yang biasanya digunakan masyarakt untuk menjaga ketertipan kampung ini juga digunakan membangunkan masyarakat untuk makan sahur pada bulan romadlon, seperti saat ini.
Seperti yang disampaikan oleh Adi Andoyo, salah satu panitia pelaksanan Festifal Musik Tongklek (FMT) Tahun 2008. Bahwa kegiatan yang dilaksaakan ini adalah bagian dari menghidupkan kembali budaya masyarakat tuban yang mulai terkikis oleh budaya moderen dan sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh generasi penerusnya.
“Kita mencoba untuk menghidupkan kembali, budaya masyarakat yang sudah hilang tergerus oleh budaya-budaya asing, oleh karena itu, kami dari generasi penurus mempunyai tanggungjawab moral untuk menghidupkan kemabli budaya ini” Terang Adi Handoyo.
Untuk memberikan semangat pada peserta yang tersebar dari berbagai wilayah di kabupaten Tuban, panitia FMT 2008 ini menghadirkan sejumlah seniman yang khusus dihadirkan untuk memberikan penilaian atau menjadi juri pada festifal tersebut.
“Agar dalam penilaian ini obyeksif, maka kami secara khusus meminta bantuan teman-teman seniman diluar wilayah kabupaten Tuban untuk menilai para peserta yang mengikuti lomba pada malam hari ini” Tambah Handoyo.
Festifal Musik Tongklek yang digelar oleh Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama’(IPNU) dan Ikatan Pelajar Purti Nahdalatul Ulama’ (IPPNU) Cabang Tuban ini, memberikan kategoro kreteria khusus untuk peserta yang setiap kelompoknya terdiri lebih dari 5 orang.
“Ada ketentuan yang harus dilakukan oleh peserta, diantaranya alat musik tidak boleh mengunakan alat musik moderen, selian itu harus bisa melantunkan sya’ir-sya’ri islam yang lagi popular saat ini” kata Agus MD ketua panitia kegiatan FMT PC IPNU-IPPNU Tuban saat dikonfirmasi Beritakota seusai acara kemarin malam (23/9).
Ribuan masyarakat tuban yang berjajar disepanjang jalan protokol yang menjadi rute dilewati peserta(Jl.P.Diponegoro, Jl. Basukirahmat, Jl.Pemuda, Panglima Sudirman). Bahkan hingga pukul 02.00 Wib sebagian masyarakat masih asik menyaksikan festifal sembari menunggu waktu sahur.
“Sekalian nunggu makan sahur mas, acaranya saja belum selesai” Kata Hartono warga jl. Basuki Rahmat saat sapa Beritakota.
Dikonfirmasi sebelum acara selesai, Drs. Mundzir, M.Si salah satu pengurus PC NU Tuban, bahwa musik yang terus dilobakan oleh generasi penerus NU (IPNU/IPPNU.red) setiap tahunnya ini adalah sebenarnya musik para wali dulu untuk pendekatan pada masyarakat yang gemar dengan musik, sebelum dikenalkan tentang ajaran islam terlebih dahulu.
“ini tidak hanya sekedar musik patrol/tongklek utuk menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarat, akan tetapi sebenarnya musik ini adalah ciptaan para waliyullah yang digunakan untuk menyebarkan ajaran islam dengan cara atau melalui alunan musik dan sya’ir islami,” Kata mantan Angoata DPRD Tuban dari PKB saat dikonfirmasi beritakota.net. (kh).
Keteranagan Foto : Festifal Musik togklek yang digelar oleh PC IPNU-IPPNU yang merupakan bagian dari menghidupkan kembali musik para wali pada saat dulu. (Gus Huda)
Dibaca: 1046 kali
