Advertorial Display

Pengangguran di Jatim Capai 1, 2 Juta

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Surabaya, Beritakota – Sebanyak 1,2 juta penduduk Jawa Timur mengganggur pada tahun ini. Dari jumlah itu, 35 persen di antaranya berusia antara 18 hingga 30 tahun. Ironisnya, ada ribuan lowongan pekerjaan ditawarkan di berbagai tempat. Wakil Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur Setiadjit mengatakan, jumlah penganggur menurun 198.000 dibandingkan tahun lalu. Namun, tetap saja jumlah itu luar biasa besar dan tidak mudah ditekan.

“Apalagi, 35 persen di antaranya dalam usia produktif 18 tahun hingga 30 tahun. Sementara jumlah penganggur berusia antara 30 hingga 45 tahun hanya 15 persen,” ujarnya di Surabaya, Senin (20/10).

Jumlah besar itu disebabkan oleh setidaknya empat faktor. Pertama, pertumbuhan penduduk masih tinggi. BKKBN mencatat pertumbuhan penduduk Jatim masih di atas satu persen.

“Semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak pula angkatan kerja,” ujarnya.

Kedua,pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi. Dengan pola ini, sektor riil tidak terlalu bergerak sehingga tidak terbuka lowongan pekerjaan baru.

Ketiga, pendidikan dan keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Sebanyak 60 persen pekerja di Jatim hanya lulusan SD atau bahkan tidak lulus sekolah sama sekali.

“Gara-gara pendidikan dan keterampilan ini, banyak lowongan pekerjaan tidak terisi. Di Sidoarjo beberapa waktu ada pembukaan 9.000 lowongan kerja. Namun, hanya 200 terisi karena tidak ada calon pekerja memenuhi syarat,” ujarnya.

Keempat, informasi pasar tenaga kerja masih minim. Banyak perusahaan tidak melaporkan adanya lowongan kerja. Selain itu, banyak pula lowongan kerja tidak terpublikasi dengan baik.

Setiadjit mengatakan, penyelesaian masalah itu tidak bisa ditangani Dinas Tenaga Kerja saja. Beberapa pihak harus dilibatkan karena penangangan butuh kebijakan lintas sektor.

“Pembenahan pendidikan bukan kewenangan Dinas Tenaga Kerja. Itu wilayah Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Dari Disnaker, sudah ada beberapa langkah perbaikan. Pertama, pembenahan informasi pasar tenaga kerja.

“Kami buat situs internet dan radio yang mengumumkan lowongan kerja di berbagai tempat untuk penduduk Jatim. Pameran pasar tenaga kerja juga akan dibuat lebih rutin dan sering,” ujarnya.

Salah satunya akan diselenggarakan di GOR Sidoarjo pada Rabu (22/10). Pameran itu melibatkan 29 perusahaan umum dan 65 PJTKI.

“Pameran ini gratis dan menyediakan banyak lowongan kerja,” ungkapnya.

Untuk menggerakkan sektor riil, pihaknya membuat beberapa program. Program itu antara pinjaman modal usaha untuk perempuan. Program ini meniru pola Grameen Bank yang dikembangkan M Yunus di Bangladesh.

“Perempuan usia 18 tahun hingga 30 tahun di Jatim berjumlah delapan juta. Kami memilih perempuan karena beberapa alasan. Mereka ini di usia produktif dan seharusnya menghasilkan bagi keluarga. Karena itu perlu diberi modal usaha,” ujarnya.

Disnaker juga melatih dan memodali perintis wirausaha muda. Mereka diterjunkan ke daerah-daerah pedesaan untuk menggerakan perekonomian setempat.

“Ini Gerakan Pemberantasan Pengangguran yang pokoknya membuat orang kerja dulu,” tuturnya. humas jaya

Dibaca: 226 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook