Advertorial DisplayAdvertorial Display

Pakde Janji Kesehatan Murah

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Surabaya, Beritakota – Calon Gubernur Jatim dari pasangan Karsa, Pakde Karwo, telah menyiapkan program upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan murah yang manusiawi. Sebab derajat kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh peran aktif pemerintah dalam menjamin kesehatan warganya.

“Sejak dulu peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan murah dan memadai merupakan impian semua orang. Karena itu, Karsa siap mewujudkan impian tersebut,” kata Pakde Karwo usai berdiskusi dengan tim pemenangan Karsa tentang program kesehatan di sekber Karsa, Jl. Comal 17 Surabaya, Rabu (22/10).

Menurut Pakde Karwo yang berpasangan dengan Gus Ipul dalam pilgub Jatim ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan murah merupakan hak dari masyarakat, dan kewajiban dari pemerintah. Karena itu, Pakde menilai bahwa program layanan kesehatan murah merupakan amanat dari rakyat.

Untuk itu, lanjut Pakde Karwo, pihaknya telah memprogramkan pelayanan kesehatan sejak dari Puskesmas. Sehingga Puskaesmas akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan yang dapat mengeksekusi keluhan masyarakat atas kesehatan.

“Kalau Puskesmas dikembangkan dengan baik, termasuk peningkatan kualitas tenaga medis dan peralatan medis, maka masyarakat tidak perlu harus berobat ke rumah sakit jika mengalami gangguan penyakit yang tidak terlalu parah,” jelas Pakde Karwo.

Pada tahun 2005 lalu, di Jatim terdapat 925 Puskesmas dan 2.199 Puskesmas Pembantu dengan rata-rata tiap Puskesmas melayani 30 ribu pasien/tahun. Pada tahun 2006, jumlah Puskesmas bertambah menjadi 930 unit, dan Puskesmas Pembantu sebanyak 2.222 unit.

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga bisa dilihat dari peningkatan angka harapan hidup (AHH). Di Jatim, pada tahun 2004 AHH mencapai 67,2 tahun. Pada tahun 2005 meningkat menjadi 67,9 tahun, dan pada tahun 2006 meningkat lagi menjadi 68,25 tahun.

“AHH yang terus meningkat seperti ini harus terus dikembangkan,” paparnya.

Di samping harapan hidup yang terus meningkat, Jatim juga berhasil menekan angka kematian bayi. Pada tahun 2004, angka kematian bayi di Jatim sebesar 39,33/1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2005 dapat ditekan menjadi 35,65/1000 kelahiran hidup, dan dapat ditekan lagi menjadi 35,52/1000 kelahiran hidup.

“Pada saat angka harapan hidup naik dan angka kematian bayi dapat ditekan, harus dimbangi dengan pelayanan keluarga berencana yang baik pula. Jika tidak, maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi,” tambah Pakde Karwo. tim

Dibaca: 702 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook