Sopir Angkot Demo Kantor Bupati
Gresik – Ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Organda (Organisasi Angkutan Darat) Gresik menduduki kantor Pemkab Gresik, Rabu (29/10). Mereka menuntut pembangunan sub terminal di 5 titik jurusan yang ada di Gresik. Pasalnya sudah empat tahun ini Pemkab melalui Dinas Perhubungan (dishub) telah berjanji akan membangunkan sub terminal itu, namun hingga kini belum juga terealisasi sehingga mereka habis kesabaran dan berunjuk rasa depan kantor Pemkab Jl. dr. Wahidin Sudiro Husodo.
Pembangunan sub terminal itu sebagai upaya untuk menertibkan angkutan darat supaya tidak keleleran di jalan.
“Organda sudah 4 tahun lalu meminta ke DPRD dan Pemkab agar membuatkan sub terminal itu untuk penertiban, tapi sampai saat ini ternyata masih belum ada realiasasinya. Jangan salahkan kami kalau kita sekarang menggelar aksi di sini (kantor pemkab, red),” ujar Ketua DPC Organda H. Ali Hasan di sela-sela aksinya itu.
Dijelaskan Ali Hasan, keberadaan sub terminal itu sangat penting bagi angkutan darat di Gresik. Mengingat, angkutan Surabaya sering keliweran di daerah Gresik karena angkutan Gresik tidak mempunyai terminal, sehingga angkutan di Gresik keleleran dan semrawut di jalan raya mencari penumpang.
“Kalau tidak ada sub terminal bagaimana kita bisa menertibkan angkutan dari Surabaya yang masuk ke Gresik, dishub jangan mbidek saja. Dulu berjanji akan membangunkan terminal tapi mana buktinya,” tambah Ali Hasan mengeluh.
Dalam aksinya tersebut ribuan sopir angkot dari berbagai jurusan di Gresik memenuhi halaman depan kantor Pemkab, hingga jalan jurusan terminal bus Bunder Gresik. Sambil membentengkan poster, spanduk bertuliskan; ‘Dishub Mana Janjimu’.
‘Kami Akan Tetap Demo Sebelum Ada Kejelasan dari Pemkab Gresik Mengenai Pembangunan Sub Terminal’. Selain itu mereka juga bergantian orasi.
Setelah dua jam mereka menjalankan aksi akhirnya 11 orang perwakilan dari sopir angkot diterima Kepala Dinas Perhubungan, Sutardji dan Kasubdin Hubungan Darat, Tarso Sugito diruang Kesbanglinmas Gresik.
Salah seorang perwakilan menyampaikan tuntutannya dalam pertemuan itu yakni agar Pemkab segera merealisasikan sub terminal untuk masing-masing jurusan, angkutan perbatasan Surabaya-Gresik ditertibkan agar melewati pinggir kota, serta penertiban angkutan gelap.
“Kami minta agar ketemu dengan bapak Bupati Robbah Ma’sum atau paling tidak pak Sekda Husnul Huluq yang bisa menentukan kebijakan,” pinta Hermawan salah satu perwakilan sopir. Menanggapi permintaan itu, Sutardji mengatakan, bupati maupun Sekda tidak ada ditempat, karena ada acara peresmian Puskesmas di Bambe, Driyorejo.
“Pak Bupati dan Pak Sekda sedang ada acara di Driyorejo meresmikan puskesmas, jadi untuk hari ini kemungkinan tidak bisa, tapi aspirasi teman-teman sopir tetap kami laporkan ke pimpinan,” jawab Sutardji.
Sementara mendengar jawaban itu rupanya Ali Hasan tidak puas dan mengancam akan mengerahkan massa yang lebih banyak bila sampai minggu depan Pemkab tidak memenuhi tuntutan Organda. yan/kp008 (KP008@29/10/2008 18:46) ANTARA NEWS
Dibaca: 248 kali
