Advertorial Display

Aniaya Anak TNI, Guru Dilaporkan Polisi

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Blitar, Jawa Timur, 19/12 – Akibat telah memukul muridnya, Vinda Wiji Lestari, 10 siswa kelas IV. Akhirnya Guru SDN Pakunden I Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Kusmiati dilaporkan ayahnya Peltu Sunani yang juga anggota Kodim 0808 Blitar ke Polres Blitar, Kamis (18/12).

Kekesalan orang tuan Vinda Wiji Lestari, 10, karena telah menapuk atau memukul mulutnya sebanyak 4 kali sampai bengkak sehingga orang tua korban tidak terima.

Menurut keterangan Sunani, kalau putrinya ditapuk 4 kali oleh gurunya, karena dituduh mencuri dompet milik tetanggnya warga Jl Bogowonto RT2/RW6 Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar yang berisi uang Rp 700.000, STNK, SIM dan KTP pada Minggu(14/12) lalu.

Sementara secara terpisah, Indah Kusmawati ketika dikonfirmasi di sekolah tempatnya mengajar mengaku baru tahu dari wartawan yang menemuinya, kalau dia dilaporkan ke polisi.

“Apa alasannya saya dilaporkan ke Polisi, kan saya merasa tidak pernah memukul Vinda,” terangnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Blitar, AKP Ali Rohmad menyatakan pihaknya akan meminta visum, kemudian menindaklanjuti dengan memeriksa saksi dan terlapor.

“Kami masih akan melakukan pemeriksaan, apakah memang benar terjadi tindakan kekerasan, sesuai dengan laporan orang tua korban,” jelasnya.
“Namun sebenarnya justru anak saya hanya menemukannya, tapi kenapa justru malah dituduh mencuri dan dipukuli sampai bibirnya bengkak,” kata Sunani saat ditemui di Mapolresta Blitar, Kamis (18/12) kemarin.

Setelah mendapat laporan putrinya, Sunani tidak terima dan langsung melaporkannya ke polisi. Apalagi dasar tuduhan tersebut, hanya sekedar informasi dari paranormal.

“Ini sudah takmasuk akal, apalagi seorang guru bertindak kasar pada muridnya yang masih SD,” ujarnya.

Selain dipukul mulutnya, Vinda juga mengaku dihina di depan teman-temannya setelah dituduh sebagai pencuri pungkasnya.

Ketika ditanya mengenai pemukulan mulut Vinda, Indah mengaku hanya menapuk mulutnya karena memberikan keterangan berbelit-belit mengenai dompet yang ditemukannya.

“Bukan saya tuduh mencuri, tapi saya mintai penjelasan mengenai dompet yang ditemukannya. Karena tetangganya itu diminta datang ke sekolah oleh Vinda,” ungkapnya.

Lanjut Indah, kejadian ini berawal ketika seorang wanita datang ke sekolah, ketika ditanya keperluannya mengaku diminta datang oleh Vinda yang mengaku menemukan dompetnya.

“Kemudian saya panggil Vinda pada saat jam istirahat di ruang guru, disaksikan oleh beberapa guru lainnya,” bebernya.

Di ruang guru inilah Indah meminta penjelasan dari Vinda, tapi keterangannya berbelit-belit dan berbeda antara satu guru dengan lainnya. Karena geregetan, Indah menapuk mulutnya tapi bukan bermaksud melukai atau bertindak keras.

“Ini hanya sekedar geregetan saja seperti seorang ibu pada anaknya, tidak mungkin sampai bengkak apalagi luka,” jelasnya.

Bahkan keterangan Indah ini diperkuat oleh guru Agama Islam, Achmad Wasis yang juga mengetahui dengan persis kejadian di ruang guru tersebut, tidak ada pemukulan pada Vinda.

“Justru Vinda yang memang nakal, dengan memberikan keterangan yang berbeda-beda,” terang Wasis.

Namun ketika ditunjukkan dompet tersebut ternyata bukan milik wanita tadi, sehingga Indah meminta Vinda kembali ke kelas untuk meneruskan pelajarannya. har

Orang tua Vinda Wiji Lestari, 10, Peltu Sunani yang juga anggota Kodim 0808 Blitar saat Melaporkan Indah Kusmawati ke Polres Blitar, kemarin (18/12)/beritakota.net/hartono.

Dibaca: 772 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook