Advertorial Display

Hektaran Padi Menguning Kekurangan Pupuk

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Jombang, beritakota.net, 19/12 – Buntut kelangkaan pupuk yang belakangan ini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang membuat puluhan hektar tanaman padi milik petani menguning. Di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak Jombang, areal tanaman padi yang kini memasuki usia 24 hari terlihat kurus dan tak berbulir.

“Masak baru 24 hari sudah kering dan menguning,” singkat Kardi (46), petani desa setempat.

Menurut Kardi, tidak hijaunya tanaman padi ini akibat kurangnya pemupukan. Hal ini, masih kata Kardi, akibat sulitnya mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan pada musim tanam pertama ini.

“Desember ini kan sedang banyak-banyaknya petani butuh pupuk untuk tanaman padi. Kalau nggak rutin, ya gini ini jadinya, menguning dan tidak hijau,” jelasnya. “Tapi, kita sulit dapat pupuknya,” sahut Warso (50), yang berdiri di pematang bersebelahan dengan Kardi.

Kondisi ini ternyata tidak hanya dialami petani di Desa Kepuhkajang. Ternyata, petani di sebagian wilayah Kecamatan Mojowarno Jombang juga merasakan hal serupa. Para petani mengeluh, tanaman padinya terlambat masa pemupukan.

“Habis gimana lagi Mas, pupuknya telat akhirnya tanaman padi saya jadi kayak gini (menguning, red),” keluh Sukadi (56), sambil menunjuk hamparan padi di areal persawahannya.

Sukadi menambahkan, akibat kelangkaan pupuk ini petani merasa dirugikan. Namun buru-buru ia mengatakan, kendati pupuk sulit didapat, dirinya berharap agar pupuk yang saat ini dibutuhkan petani selalu tersedia.

“Berapapun harganya akan saya beli kalau memang pupuknya ada,” lontarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Kadispertan) Kabupaten Jombang, Suhardi mengaku, sebenarnya alokasi pupuk untuk pertanian Jombang sudah tersedia. Namun ia berpendapat, kemungkinan besar para petani sulit mendapatkan pupuk karena jatahnya terkurangi untuk tanaman perkebunan.

“Ada dan tersedia. Tapi repotnya kita harus membagi dengan jagung yang tidak mendapat alokasi pupuk,” jelas Suhardi. sa

Dibaca: 316 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook