Sosok: Khoirul Huda Caleg PKB
” Organisatoris Yang Peduli ”
Tuban, beritakota.net – Pemuda kelahiran Desa Tegalrejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban 32 tahun silam, yang kerap dipanggil Huda oleh banyak orang, atau juga ada yang memanggilnya, Khoirul adalah sosok yang tidak asing lagi dikalangan Jama’ah dan Jam’iyah Nahdliyin (NU) khususnya di wilayah Kecamatan Widang. Dia bernama lengkap Khorul Huda, S. Ag.
Kiprahnya didalam lembaga atau badan otonom (banom) NU dengan menjabat sebagai Wakil Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Widang, setelah ia menyelesaikan jenjang pendidikan kesarjanaanya (S1) di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 2001 silam dengan mengambil jurusan Hukum dan Politik (Jinayah & Siyasah), menunjukan ia adalah benar-benar putra dan kader hibrida NU.
Berbagai macam organisasi pengkaderan dan kemasyarakatan yang pernah diikuti selama ia Nyantri hampir 4 Tahun di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang juga merupakan tempat tokoh pendiri NU (KH.Wahab Hasbullah.red) juga selama ia di Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya, bahkan hingga sekarang ia yang juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua PC GP. Ansor Kabupaten Tuban adalah membuktikan ia seorang organisatoris dan tidak diragukan lagi kiprah dan perjuangannya di dalam NU.
Setelah menyelasaikan studinya, sesuai dengan jurusan yang diambil, ia langsung terjun pada rana politik praktis ditingkat wilayah, yakni pada Dewan Koordinasi Wilayah Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKW. Garda Bangsa Jawa Timur), salah satu badan otonom (Banom) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hampir empat tahun ia berkiprah dalam politik tingkat Jawa Timur.
Karena kecintaanya pada partai yang dibidani oleh PBNU beserta para Kiai sepuh NU sebagai wadah aspirasi politik satu-satunya warga Nahdliyin hingga saat ini, ia merelakan karir politiknya yang sudah tertata ditingkat Jawa Timur ditinggalkan begitu saja dan kembali menata karir mulai dari nol atau mulai dari lapisan bawah, yakni dengan menjabat sebagai Ketua DKAC Garda Bangsa Kecamatan widang hingga saat ini.
Pria yang sudah mempunyai satu putra ini selain berkiprah pada organisai keagamaan,politik, juga aktif pada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang secara langsung melakukan pendidikan dan pendampingan pada masyarakat juga menjadi Konsultan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam program pengentasan kemiskinan, seperti Program aksi mengatasi dampak kenaikan BBM dan kemiskinan (PAM-DKB) tahun 2006, Program jaring pengaman ekonomi dan sosial (JPES) Tahun 2007 hingga sekarang (2008) dikabupaten Tuban.
Alumni MI Azhariyah di desa kelahirannya dan MTs Salafiyah di Desa Kedungharjo ini, hingga saat ini ia juga masih menekuni dunia Jurnalistik yang ia geluti semasa dikampus-nya dulu, dengan menjadi Wartawan Koran regional yakni Harian Bhirawa yang beredar luas khususnya pada instansi pemerintah di Jawa Timur. Dua tahun terakhir, Huda –begitu ia disapa- ia juga dipercaya oleh rekan seprofesinya (Wartawan.red) untuk menjadi pimpinan/ketua Wartawan se-kabupaten Tuban priode 2007-2009.
Kenapa ia menentukan pilihan politik-nya dan mengunakan kendaraan PKB sebagai wadah ia berekspresi didalam memperjuangkan aspirasi warga Nahdliyin dan masyarakat Widang pada umumnya pada Pemilu Legeslatif Tahun 2009 mendatang?. Untuk itu dia menjadi caleg PKB DPRD Tuban nomer urut 6 dapil II meliputi Kecamatan Pelumpang, Palang, Widang.
“Karena PKB dilahirkan secara struktural oleh PBNU, Para ulama NU, dan Kiai sepuh adalah sebagai wadah aspirasi politik satu-satunya warga Nahdliyin, dan hingga saat ini PBNU belum pernah menjabut dukungan politiknya pada PKB, maka sampai titik penghabisan saya akan tetap memperjuangkan PKB dan NU,” katanya singkat. yan
Dibaca: 380 kali

