Demo Buruh Nyaris Bentrok
GRESIK, JATIM – Sebanyak 8 ribu buruh se Kabupaten Gresik berunjuk rasa ke kantor Pemkab Gresik, Selasa (05/5). Aksi itu digelar untuk memperingati hari buruh Internasional. Aksi mereka bahkan nyaris diwarnai bentrok dengan polisi.
Ini terjadi pada saat buruh hendak memaksa masuk kantor bupati mendapat perlawanan dari polisi. Aksi tersebut dimulai dari pemblokiran jalan raya depan Pengadilan Negeri (PN) Gresik dan dilanjutkan ke kantor bupati.
Dalam aksinya itu nyaris saja diwarnai aski bentrok. Sebab, pada saat buruh hendak memasuki kantor bupati langkahnya dihentikan polisi yang sejak pagi sudah melakukan pengamanan.
Dalam aksi tersebut paling tidak terdapat lima tuntutan yang diminta buruh. Diantaranya, perusahaan outsourching dan pengguna tenaga kerja outsourching harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengawasan ketenagakerjaan harus benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya, perusahaan yang tidak melaksanakan perlindungan hak-hak dasar pekerja atau buruh harus ditindak tegas. Dan yang tak kalah penting, tindak kriminalisasi terhadap pengurus serikat pekerja atau buruh. Dan terakhir, segera bentuk pengadilan hubungan industrial di Kabupaten Gresik.
Aksi unjuk rasa tersebut juga diwarnai aksi teriatikal yang mengambarkan kesengsaraan nasib buruh. Sebab, kaum buruh selama ini merasa ditindas oleh pengusaha. Sementara, Wakil Bupati Gresik Drs. HM. Sastro Suwito, berjanji akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan buruh tersebut, termasuk yang menjadi tuntutannya.
“Kami akan tampung semua aspirasi dan berjanji akan menindak secara tegas pengusaha yang nakal,” ujar wabup didampingi Kapolres Gresik AKBP M. Iqbal. yan
Dibaca: 704 kali

