Warga Mengeluh Limbah Debu PT SG, Kadiv Komunikasi Anggap Issu Kuno
Khoirul Huda – Beritakota.net.
Warga desa yang masuk dalam Ring I lokasi pabrik, mengeluhkan sakit sesak nafas karena setiap hari menghisap debu tersebut. Dari pengakuan sejumlah warga, cerobong tiga unit pabrik PT SG tersebut melakukna pembuangan debu ke udara hampir setiap malam.
Bahkan Sesekali waktu juga mengeluarkan debu di siang hari bersamaan turunnya hujan. Yang lebih tragis lagi, tidak jarang debu yang ke luar juga bercampur pasir besi. Campuran debu putih kekuningan bercampur warna hitam ini,teras perih dan sakit jika terkena mata.
Diantara warga desa yang masuk dalam ring I pabrik PT SG yang mengeluhkan diantaranya, dari Desa Sumberarum,Desa Mliwang,Kasiman(Kecamatan Kerek),Desa Temandang,Desa Senori,Sembungrejo,Pongpongan,Tobo,Sugihan dan Tlogowaru (Kecamatn Merakurak).
Dari keterangan warga setempat yang dapat dihimpun beritakota.net menyebutkan,sebenarnya masalah limbah debu dari PT SG sudah sangat dikeluhkan warga. Namun, demikian warga tidak menerima respon menggembirakan dari perusahaan tersebut.
“Kami sudah lama merasakan setiap hari menghirup debu semen.Sampai sekarang pun setiap hari harus membersihkan atap dan lingkungan yang dipenuhi debu,” Kata Juri, warga Desa Temandang, Kecamatn Merakurak, Tuban kepada sejumlah wartawan di Desa Temandang,Kecamatan Merakurak, Tuban.
Kondisi serupa diungkapkan, sejumlah warga dari sejumlah desa ring I pabrik semen tersebut. Mereka terkesan sudah pasrah hidup di lingkungan bergelimang debu.
“PT SG selalu mengelak, katanya tidak ad debu ke luar dari cerobong pabriknya. Kenyataannya kami setiap hari merasakan menghirup debu,” ungkap Kasun Tlogo Sangen, Desa Temandang yang ditemui di Balai Desa Temandang, Minggu (17/5).
Sementara itu sejumlah pegawai Puskesmas Temandang menyatakan, hampir tiap hari ada warga yang berobat di tempatnya dengan keluhan sesak nafas.
“Jika dirata-rata setiap hari ada tiga orang yang mengeluhkan sesak nafas,” kata seorang karyawan Puskesmas Temandang yang menolak disebut identitasnya karena alasan takut. Jumlah itu belum termasuk di Puskesmas Kerek dan rumah sakit terdekat.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Tri Hadi Sanyoto, saat dihubungi menyatakan, desa-desa ring I PT SG hingga kini dalam pengawasan serius Dinkes karena rawan sakit ispa dan diare.
“Pemantauan kita lakukan serius di desa-desa sekitar pabrik Semen Gresik. Itu yang selama ini
kita lakukan,” kata Tri Hadi Sanyoto.
Sementara Kepala Divisi Komunikasi PT SG Tbk, Saefudin Zuhri, menyatakan, pihaknya membantah keras tudingan jika PT SG membuang debu. Apalagi sampai menyebabkan serangan sakit ispa (saluran pernafasan) terhadap warga sekitar pabrik.
“Itu isu kuno yang dihembuskan sejak pabrik semen PT SG berdiri di Tuban. Buktinya saat kita melakukan pengobatan gratis di desa-desa sekitar pabrik tidak ditemukan pasien yang terkena ispa,” kata Saefudin Zuhri saat dihubungi via telepon selulernya.
Dia katakan, debu yang ke luar dari pabrik PT SG masih di bawah ambang batas. Sehingga tidak berpengaruh terhadp kesehatan warga sekitar pabrik. Setiap kali diteliti lembaga pemerintah juga tidak ada masalah. BK 01
Keterangan foto : Salah satu cerobong pembuangan asap PT SG di Tuban yang dikeluhkan warga Ring I. (Khoirul Huda)
Dibaca: 928 kali

TUBAN, JATIM – Setelah mendapat penolakan dari warga Pati Jawa Tengah, PT. Semen Gresik (SG) yang melakukan produksi di Tuban kembali dikelahuhkan warga sekitar pabrik, terkait dengan rencana debu pembuangan produksi pabrik.