Advertorial Display

Trauma Diperkosa Dua Kali, Orang Tua Korban Shock Pelaku Famili Sendiri

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail


korban-pemerkosaan-di-rs-1Tuban (Beritakota.net) – Pemerkosaan yang kembali menimpa DW (25) warga Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto membuat korban trauma. Bahkan kejadian itu benar-benar membuat keluarga Kuardi shock berat.

Saat Kuardi datang ke RSUD dr Koesma Kota Tuban bersama istrinya Rodiah hanya terdiam dan menangis. Merak seakan-akan tidak percaya, cobaan berat harus diterima oleh anak keduanya itu. Kepada beritakota.net disela-sela menunggui anaknya di ruang observasi RSUD.

“Saat ia diperkosa familinya sendiri (Edi, red) beberapa hari kemarin, hati saya sudah seakan-akan hancur,” Kata Kuardi dengan nada pasrah, Jumat (29/05).

Dituturkan, setelah diperkosa Edi, anaknya sempat kebingungan dan shock. Bahkan saat dikepolisian, ia juga beberapa kali menangis.

“Trauma pertama belum hilang, ia kembali menghadapi pukulan berat,” tegasnya yang langsung menangis sesenggukan.

Ditanya mengenai bagaimana ia bisa sampai di Tuban, awalnya ia ditelepon seseorang yang mengaku Andre. Pemuda tersebut mengaku kenal dengan anaknya hanya melalui telepon saja.

“Mendapat kabar bahwa anak saya di Tuban, saya langsung bergegas dan ingin sekali melihatnya,” sambungnya.

Kuardi sendiri hanya bisa pasrah, saat musibah kembali menghampiri anaknya. Ia juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku yang menodai anaknya untuk kedua kalinya.

“Saya sampai tidak bisa berpikir lagi. Lama-lama saya bisa stress,” sambungnya sambil linglung.

Sementara itu penyidik di Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Tuban masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Sugianto (25) warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Kota Tuban. Kepada penyidik, tersangka telah mengakui perbuatannya kepada korban. Namun, penyidik belum bisa dimintai keterangan karena masih memeriksa.

Hampir 12 jam telah berada di rumah sakit, korban pemerkosaan DW (15) asal Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto, hingga kini belum sadarkan diri. Bahkan, beberapa kali korban tampak berteriak histeris dan tidak diketahui apa maksudnya. Korban saat dirawat di IRD dr R Koesma Kota Tuban.

Informasi yang dihimpun beritakota.net di lapangan menyebutkan, DW belum diketahui kondisinya. Karena, dokter yang memeriksa belum bisa memberikan kesimpulan sampai sekarang.

”Kata dokter, kondisi korban masih dalam observasi,” kata Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fauziyah.(29/5).

Diterangkan, sebelumnya korban telah menjalani pemeriksaan di RS Medika Mulya Kota Tuban hingga pukul 11.30 WIB. Karena kondisinya memburuk dan pedarahan di alat vital korban semakin hebat, akhirnya ia dirujuk ke RSUD dr S Koesma Tuban.

Awalnya korban ditempatkan di ruang observasi kandungan atau tempatnya di kamar bersalin, atau tepat dibelakang Instalasi Rawat Darurat (IRD).Untuk beberapa saat, korban yang ditangani dokter spesialis rumah sakit dr R Selamet Soeprijadi, SP.OG, belum juga menunjukkan perkembangan signifikan.

KPR yang melakukan pendampingan menegaskan, korban terlihat belum bisa tenang dengan dibuktikan jeritan yang masih terdengar sewaktu-waktu.

”Kemungkinan besar, korban shock karena dua kali mendapat kekerasan seksual,” tambahnya. (Kh)

Keterangan foto : DW, Gadis Asal Kabupaten Mojokerto korban pemerkosaan saat dirujuk ke RSUD dr.Koesma Tuban. (Khoirul Huda)

Dibaca: 1254 kali

Random Posts


    Tagged as:

    Comments are closed.

    Temukan Kami Di Facebook