Advertorial Display

Perhutani Hentikan Proyek Pipanisasi PetroChina

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

pipa-ilegal-1Tuban (BeritaKota.net) – Pihak rekanan untuk pemasangan pipanisasi milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java, masih saja bandel dan tidak mengindahkan himbauan Bupati Tuban yang meminta pengerjaan pipanisasi, agar dihentikan selagi belum dikeluarkanya izin secara resmi olehnya.

Selain Bupati Tuban Haeny Relawati jengkel karena pengerjaannya dindikasikan di beck up oleh pihak keamanan, diantara pihak empunya lahan (Perhutani KPH Tuban.red) kemarin malam juga mengentikan paksa para pekerja yang masih melakukan pengalian di wilayah hutan Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban.

Pihak perhutani menganggap, penanaman pipa yang melewati hutan bisa dikerjakan di siang hari dan tidak harus melakukan pengerjaan pada malam hari. Sehingga, mereka tetap meminta para pekerja menunda pekerjaan hingga pagi hari.

Salah seorang pekerja mengatakan, malam tadi, ada beberapa petugas dari perhutani meminta alat berat berhenti dan jangan meneruskan penggalian tanah.

“Besok aja, kenapa harus kerja malam,” kata salah seorang pekerja pipanisasi yang enggan disebutkan namanya, menirukan ucapan petugas perhutani kepada Beritakota.net Kamis (28/5).

Setelah ditegur seperti itu, para pekerja langsung berkoordinasi dengan pimpinan proyek di JOB-PPEJ. Akhirnya, setengah jam kemudian, pekerja diistirahatkan dari pengerjaan proyek. Seperti diketahui, wilayah hutan Desa Gesing, Kecamatan Semanding atau tepatnya di sebelah lokalisasi Gandul, menjadi jalur perlintasan pipa lama sebesar 8 inci maupun yang baru ditanam 10 inci.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa saat ini pengerjaan pipanisasi JOB-PPEJ tinggal menyisakan sekitar 4 kilometer, antara Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hingga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang. Panjang total pipa JOB-PPEJ sebenarnya adalah 58 kilometer, yang membentang dari Central Processing Area (CPA) Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko hingga ke station pipa di Desa Karangagung, Kecamatan Palang dengan panjang 38 kilometer.
Setelah sampai di station Karangagung, pipa 10 inci kembali membentang di bawah tanah laut hingga 20 km hingga menuju ke fasilitas Floating Storage and Offloading (FSO) di lepas pantai Kecamatan Palang, Tuban.

Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendet (FAS) JOB-PPEJ, Azrul Lubis membenarkan, pengerjaan pipanisasi oleh pekerja tadi malam dihentikan paksa oleh petugas dari perhutani.

“Alasan memang itu, tidak boleh bekerja pada malam hari dan bisa meneruskan pekerjaan dipagi hari,” terang Azrul.

Lebihlanjut saat dikonfirmasi mengenai alasan pengerjaan pipa hingga malam, karena adanya permintaan dari pusat, dalam hal ini BP Migas untuk segera menuntaskan pipanisasi sepanjang 4 kilometer.

“Pusat meminta pengerjaan pipa 10 inci bisa secepatnya kelar. Sehingga, operator memangkas waktu dengan cara mengerjakan pipa hingga malam,” sambungnya. (kh).

Keterangan foto : Aktifitas Pipanisasi Oleh JOB-PPEJ yang masih tetap dikerjakan dan tidak mengindahkan himbauan bupati Tuban. (Khoirul Huda)

Dibaca: 615 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook