Advertorial DisplayAdvertorial Display

KPU Tuban Teledor Jalankan Tugas

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (BeritaKota.net) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tuban dianggap teledor dalam menjelankan tugas. Surat suara pemilihan presiden (Pilpres) tidak pernah ada penjagaan sejak pertama kali datang hingga disimpan di dalam gudang selama beberapa hari. Selain rawan hilang, juga dikhwatirkan bakal terjadi kerusakan atau penyelewengan terhadap surat suara yang disimpan di gudang KPU di Jl Dr Wahidin Sudiro Husodo, Tuban.

Informasi yang berhasil dihimpun, surat suara untuk kabupaten Tuban sudah datang sejak Sabtu (20/6) malam lalu. Sejak pertama kali datang, tidak ada petugas kepolisian maupun petugas satpol PP yang mengamankan kertas suara tersebut. Selanjutnya, kertas suara disimpan di gudang KPU dan hingga Rabu (24/6) ini hanya nampak seorang penjaga yang bertugas di gudang tersebut. Itupun bukan penjaga dari kepolisian maupun dari Satpol PP.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua KPUD Tuban, Sumitro Karmani mengaku kurang jelas. Menurutnya, semestinya surat suara ada yang mengamankan sejak pertama kali datang dan saat disimpan di gudang, hingga proses pendistribusiannya.

”Saya kira kalau surat suara pasti ada yang ngawal. Dan saat disimpan juga pasti ada yang mengamankan,” jawabnya enteng. Tapi secara lebih jelas, dia mengaku tidak begitu paham.

Terpisah, anggota Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Tuban Edi Toyibi juga membenarkan bahwa sejak datang tidak pernah ada yang melakukan pengamanan atas surat suara untuk Pilpres di Tuban.

“Kami juga sudah mengetahui hal itu. Sejak awal datang hingga sekarang disimpan di gudang tidak pernah ada polisi atau satpol PP yang mengamankan surat suara. Padahal, surat suara merupakan hal yang sangat penting,” kata Edi, Rabu (24/6).

Menurutnya, KPU sangat teledor dalam hal ini. Sebab, jika sampai hilang atau ada kerusakan pada kertas suara maka akan menimbulkan masalah dalam pemilihan nanti.

“Kita mengkoordinasikan masalah ini, dan berharap KPU cepat tanggap terhadap masalah ini,” ujarnya. “Pada Pemilihan legislatif lalu juga semuanya selalu ada pengamanan. Kenapa sekarang tidak ada,” lanjutnya.

Dari data yang ada, hingga kemarin logistik pemilu yang diterima KPUD Tuban sudah hampir komplit. Tinta yang diterima ada 4.008 berarti tinggal kurang 3.556 dari jumlah kebutuhan sebanyak 7.564; sedangkan kertas daftar pasangan calon mengalami kelebihan dari kebutuhan 1.876 sudah diterima 1.896 atau lebih 20 lembar.

Sementara untuk kertas suara, dari yang dibutuhkan untuk Kabupaten Tuban sebanyak 906.840 lembar, ada 907.840 atau lebih 1000 lembar kertas suara. Hal ini juga memantik tanda tanya besar dari Panwas.

“Kenapa sampai ada kelebihan sebanyak itu. Padahal, perhitungan kertas suara sudah lebih 2 persen untuk njagani terjadinya kerusakan dan sebagainya,” tandas Edi. “Apakah ini disengaja?,” tanyanya seperti menaruh curiga besar kepada KPUD. (kh)

Dibaca: 468 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook