Advertorial Display

Awasi Politik Uang, Panwas Sebar Telik Sandi

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Jombang (BeritaKota.net) – Guna mengantisipasi terjadinya money politic pelaksanaan pilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pagi ini (8/7), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jombang membentuk tim khusus yang tersebar berbagai kecamatan.

Tim yang disembunyikan identitasnya itu (telik sandi, red) akan bergerak secara mobiling dan tersembunyi. Selain itu, tim tersebut juga akan mewaspadai terjadinya Black campaign (Kampanye Hitam) yang dilakukan oleh beberapa tim sukses dari masing-masing pasangan capres.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Jombang, M. Fatoni mengatakan, diwilayah kabupaten Jombang sangat potensi terjadinya Money Politik. maka dari itu, ia sudah membekali ratusan orang lebih yang tersebur di 21 kecamatan. Ratusan orang itu akan mengawasi terjadinya praktik politik uang dan kecurangan-kecurangan.

“Sudah 300 orang yang telah kita siapkan dan kita sebar di 21 kecamatan,” katanya, Selasa (7/7).

Lebih lanjut fatoni menjelaskan, ada dua hal yang menjadi catatan Panwas, indikasi politik uang tersebut besar kemungkinan dilakukan oleh tim sukses melalui kepala desa beserta perangkatnya. Selain itu, serangan fajar juga sangat potensi dilakukan oleh jaringan pondok pesantren.

“Informasi sementara, setiap kepala desa mendapatkan dana sebesar Rp 10 Juta dari tim sukses capres,” kata Fatoni tanpa menyebut capres yang dimaksud.

Jika menemukan terjadinya black campaign yang dilakukan oleh tim sukses, pihak panwaslu akan melakukan akan memprosesnya secara hukum.

“Jika ada yang tertangkap akan kami proses sesuai dengan hukum,” tandasnya. zn

Dibaca: 222 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook