Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih
Pamekasan (BeritaKota.net) – Memasuki musim kemarau Tahun 2009, yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan, mulai menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, sumur yang selama ini digunakan warga mulai mengering.
Kesulitan air bersih seperti itu dirasakan oleh sejumlah warga di 2 desa yakni desa Tlesah dan Larangan Tokol Kecamatan Larangan Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Sukron (40) Salah seorang warga Desa Larangan Tokol mengatakan, saat ini mereka sudah mengalami kekeringan air, sejak sumur milik warga menyusut akibat kemarau. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti Minum dan keperluan MCK, dirinya terpaksa membeli air yang didatangkan dari Kabupaten lain.
“ Ada sumur sebagian warga yang sudah mencapai 10 hingga 20 meter, tapi air tetap sulit,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Sukron, warga di daerah itu selama ini hanya mengandalkan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan air PDAM, selama ini belum masuk ke desa setempat.
Keluhan serupa juga diungkapkan Mukri (38), warga desa Tlesah Kecamatan Tlanakan. Menurut Sukri, sejak kemarau beberapa bulan lalu, mereka juga merasa kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Hal itu Mukri, karena mesin pengolah air milik PDAM di Desa setempat, sudah lama tak memproduksi air bersih, untuk disalurkan kepada warga sekitar. Akibatnya dirinya terpaksa mencari air di desa tetangga.
“Air PDAM sudah 6 bulan nggak mengalir, sedangkan di desa kami, airnya hanya untuk mandi, karena asin,” ungkap Mukri.
Sementara, Direktur PDAM Pamekasan Muhammad hingga berita ini diturunkan, belum bisa dimintai keterangannya terkait rencana Dropping air di wilayah kekurangan air di Pamekasan. Warga berharap, pemerintah Kabupaten Pamekasan segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasi kesulitan air bersih tersebut. Bin
Dibaca: 149 kali
