Advertorial Display

Gagal Panen, Petani Keluhkan Bibit Pemerintah

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

petani-padiTuban (BeritaKota.net) – Sebagian besar para petani di Kabupaten Tuban, mengeluhkan dengan bibit hasil bantuan padi dari pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pasalnya, setelah bibit yang diterima para petani ini ditanam, hampir 50 persen (pembuatan penyemaian) tidak tumbuh/hidup, sedangkan sisanya yang sebagian lagi, setelah ditanam dan sudah berumur dua bulan tumbunya tampak tidak merata.

Bahkan, dari pengakuan A. Wahyudi, salah satu ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Banjar kecamatan Widang Kabupaten Tuban, kasus seperti tahun 2009 ini, pada tahun 2008 juga pernah dialami oleh anggotanya. Meski tidak merugi, akan tetepi hasil panen tidak menjadikan para petani ini puas akan hasil yang didapat.

“Kita juga sering komplain dan bertanya pada petugas penyuluh pertanian di kecamatan kami, akan tetepi mereka (PPL.red) juga tidak bisa berbuat banyak, karena memang bantuan tersebut dari pusat (Pemprop) seperti adanya,” ujar Wahyudi.

Ketua Gapoktan ini juga pada jauh hari pernah di ingatkan oleh petuagas penyuluh pertanian, kalau bibit padi bantuan yang dikirim oleh PT. Sang Yang Sri adalah kualitasnya jelek. Dan bahkan dari keterangan Wahyudi cerita dari salah satu PPL, kalau PPL di kabupaten Tuban pada dasarnya juga tidak sepakat kalau perusahaan pembenihan asal dari Kabupaten Nganjuk tersebut mengirim bibit ke Wilayah kabupaten Tuban.

Lebih lanjut, Ketua Gapoktan yang juga merangkap sebagai perangkat desa setempat menjelaskan kalau hasil dari bibit bantuan yang di kirim PT.Sang Yang Sri tersebut hanya menghasilkan panen 7 ton setiap satu hektarnya, sementara masyarakat lain yang mengunakan bibit lain hasilnya bisa mencapai 8,5 sampai 9 ton setiap hektar-nya.

“Anggota saya yang tidak mengunakan bibit bantuan, hasilnya bisa mencapai 9 ton setiap hektarnya, sementara anggota saya yang mengunakan bantuan bibit tersebut, hanya mencapai 7 ton setiap hektanya itu sudah bagus, dan saya kira ini tidak hanya di wilayah kecamatan widang, semua wilayah di Kabupaten Tuban yang dapat bibit dari PT Sang Yang Sri saya kira sama, meski meraka tidak berani bicara pada publik,” keluh Wahyudi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, kepala dinas (Kadis) Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Ir.Kusno Adi W akan segera mengkroscek di lapangan akan keluhan para petani. Meski ia mengaku kalau lembaganya (Dinas pertanian.red) hanya sebagai penyalur benih saja dari Pemprop Jatim.

Kadis pertanian ini juga menerangkan kalau postur tanah juga mempengaruhi akan penyemaian ataupun penanaman dari bibit padi. Akan tetepi karena pihaknya belum memiliki laboratorium untuk mengkaji hal tersebut, ia belum berani memestikan factor apa yang menjadikan bibit bantuan pemerintah tersebut tidak bisa tumbuh dengan sepurna.

“Terimakasih infonya, segera akan kita tindak lanjuti keluhan dari petani yang berada dibantaran sungai bengawan solo ini yang merupakan daerah lumbung padi Kabupaten Tuban,” kata Kusno saat dikonfirmasi Beritakota.net via phonselnya, Selasa (18/8). (kh)

Keterangan foto; Para petani padi yang berada di wilayah bantaran sungai bengawan solo Tuban yang mengeluhkan akan bantuan bibit dari pemerintah yang dinilai hasilnya tidak memuaskan. (BeritaKota.net/Khoirul Huda)

Dibaca: 1110 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook