Menara Rukyat Nasibmu Kini, Rusak Tak Terurus
Pengalaman dari rukyat tahun lalu, pihak hotel tak tahu menahu tentang massa yang datang ke lokasi tersebut. Tak ada jamuan atau suguhan apapun, kendati saat itu massa yang merukyat untuk menentukan hari raya Idul Fitri, sedang menjalankan puasa. Tapi anehnya, massa yang masuk harus menyampaikan tujuannya terlebih dahulu ke petugas Satpam. Tidak bisa leluasa semaunya sendiri.
Pengamatan beritakota.net, karena menara itu sudah tidak dipakai, kondisi menara yang ada di bibir pantai Tanjung Kodok itu kini menjadi sangat mengenaskan. Banyak pilar-pilar di menara yang rusak dan tidak terawat.
Ketua PCNU Lamongan Habib Husein Al Haddad dan Katib Syuriah PCNU Lamongan, Syamsul Anam, kepada wartawan, Selasa (18/8) meminta agar pemerintah dan pihak hotel memperhatikan masalah kepentingan umat ini. Jangan sampai setelah ada bangunan hotel di tanah rakyat itu, malah kondisi menara menjadi merana.
“Saya sudah pernah minta atau berkirim surat menyampaikan agar menara diperbaiki, tapi nyatanya apa. Tidak diperhatikan,” kata Syamsul.
Dijelaskan, Kamis (20/8) mendatang, PCNU akan mengirimkan tim rukyat ke lokasi tersebut.
“Kalau tetap tidak diperhatikan, ya kita akan merukyat di bawah saja. Tapi ini kan tidak bebas. Apalagi kalau posisi hilal (bulan), condong ke selatan. Pemandangan kita akan terhalang gunung,” terangnya.
Direktur PT Lamongan Bumi Sejati, pengelola hotel TKBR dan WBL, Aris Wibawa, dikonfirmasi terpisah, tidak mengelak kondisi tersebut. Hanya saja, pihaknya tidak bisa melakukan rehab karena tingginya target PAD untuk Pemkab Lamongan tahun ini.
“Tahun ini kita ditarget PAD cukup tinggi. Jadi belum bisa melakukan perbaikan,” ujarnya.
Soal masuk yang harus melalui pintu penjagaan scurity hotel, hal itu memang suatu keharusan karena pintu masuk menuju menara rukyat memang menyatu dengan pintu masuk hotel. Bahkan menara tersebut juga masuk dalam pagar arena hotel. (bai)
Keterangan foto: Menara Rukyat di Tanjung Kodok yang dulu dengan gagah dipakai untuk melihat bulan, kini nasibnya malah merana. Apalagi, untuk masuk ke lokasi itu harus melalui penjagaan ketat petugas Hotel Tanjung Kodok Beach Resort. Massa pun terpaksa melihat bulan dari bawah. (beritakota.net/bai).
Dibaca: 635 kali

Lamongan (BeritaKota.net) – Sungguh ironis. Sebuah menara rukyat di pantai Tanjung Kodok yang dulunya berdiri megah dan sangat nyaman dipakai melihat hilal (bulan, red) untuk menentukan awal puasa dan awal hari raya Idul Fitri, nasibnya menjadi merana. Bangunan yang dulunya bebas dikunjungi itu, kini berada dalam lingkup hotel Tanjung Kodok Beach Resort, satu kawasan pengelolaan dengan Wisata Bahari Lamongan. Keadaan ini, mengundang keprihatinan banyak kalangan di Lamongan dan sejumlah masyarakat Jatim yang biasa melakukan rukyat di tempat tersebut. Apalagi, sejak dibanggunnya Hotel Tanjung Kodok, massa yang masuk ke kawasan itu harus melalui pintu masuk hotel yang dijaga cukup ketat.