Tradisi Warga Keturunan Arab di Tuban
Bagikan Bubur Gratis Beraroma Kare Selama Ramadhan
Tuban (BeritaKota.net) – Sudah menjadi Tradisi setiap bulan suci ramadhan masyarakat Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban dalam melakukan buka puasa. Selain gratis, nampaknya masih lekat tepatnya dibenak masyarakat sekitar Masjid Muhdlor di Jalan Pemuda, yakni tradisi secara turun temurun pemangku masjid ini, dengan membagikan makanan berbuka kepada warga miskin di sekitarnya.
Juga pada bulan ramadhan kali ini (2009). Mulai awal puasa kemarin, para petugas dan pengurus masjid membuat bubur yang diramu dengan masakan khas dari negeri Arab. Bubur beras dicampur bumbu maskan kare ini dibagikan secara gratis kepada warga yang berkenan datang pada saat buka bersama.
Masyarakat yang akhirnya menyebut bubur Muhdlor, dikarenakan tempat membuat bubur selain beraroma harum tempat memasaknya berada di halaman masjid muhdlor. Dan setip hari pada bulan Ramadhan menjelang berbuka, masijd kecil ini dipadati warga sambil membawa mangkok dan piring. Mereka berebut bubur yang diyakini warga penuh berkah tersebut.
Dari keterangan salah satu pengurus masjid Muhdlor, Ahmad Agil, kalau tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun sekitar tahun 1930-an. Awalnya pembuatan bubur ini untuk membantu para janda dan warga miskin yang kekurangan pangan di saat puasa Ramadhan.
“Menurut cerita orangtua pendahulu kita, bubur ini dibuat dan dibagikan kepada janda dan warga miskin. Dulu diantar oleh takmir masjid, api sekarang mereka mengambil sendiri di masjid,” kata Agil kepada sejumlah wartawan disela-sela meramu bumbu untuk pembuatan bubur di masjid Muhdlor di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban, Minggu (23/8) siang. Setiap harinya, di bulan suci ramadhan, panitia dan pengurus masjid ini dibantu warga sekitar untuk membuat bubur. Mulai beras, bumbu-bumbu dan tenaga pembuatan dilakukan secara gotong royong.
Bubur beras ini terasa istimewa karena di samping beraroma kare, dicampur balungan dan daging kambing, garam, santan kental dan tentunya bumbu kare. Saban hari panitia menghabiskan 10 Kg beras. Bubur ini dibuat di dalam tong besar dengan melibatkan banyak orang. Untuk mengaduknya saja musti bergantian, semua dikerjakan kaum pria.
Untuk menjadi bubur siap santap butuh waktu sekitar 3 jam membuatnya.
Mereka mulai meramu bumbu sekitar pukul 14.00 WIB, selanjutnya hingga sekitar 17.00 WIB bubur sudah matang dan siap dibagikan. “Tradisi ini tetap kita lakukan untuk membantu warga yang tidak mampu dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” Tambah M Lutfi, salah satu pengurus masjid Muhdlor yang lain pada Beritakota.net. (kh)
Keterangan foto: Tradisi pembuatan dan pembagian bubur Muhdlor di Masjid Muhdlor-Tuban. (BeritaKota.net/Khoirul Huda)
Dibaca: 598 kali
