Advertorial Display

Ratusan Mahasiswa Hadang Pelantikan Dewan Tuban

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

demo-pentikan-dprd-tuban-demo-13Tuban (BeritaKota.net) – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiawa Islam Indonesia Kabupaten Tuban, Senin (24/8) menggelar aksi unjuk rasa bersamaan dengan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tuban di gedung DPRD Jl. Teuku Umar-Tuban.

Aksi aktivis yang berasal dari beberapa kampus di Bumi Ronggolawe berada dalam pengawasan ketat ratusan polisi, namun mereka berhasil merangsek hingga pintu masuk sisi selatan gedung, meski prosesi pelantikan sudah selesai. Jajaran Polisi dari satuan polres tuban yang bertindak cepat langsung mengunci pintu pagar dari dalam.

Karenanya para mahasiswa tersebut, hanya bisa berteriak-teriak dengan megaphone di luar pagar. Aksi para mahasiswa yang kepanasan di atas teriknya matahari itu akhirnya menjadi tontonan para undangan ratusan polisi juga anggota DPRD yang baru dilantik.

Dari pantauan Beritakota.net di gedung DPRD Tuban, sebenarnya akan terjadi terjadinya aksi warga masyarakay, akan tetepi hal tersebut dapat diantisipasi polisi. Polres Tuban dengan bantuan pasukan dari 20 unit Polsek wilayahnya, sudah mengepung DPRD Tuban sejak pagi hari. Di samping membuat barikade di setiap pintu masuk, mereka melakukan steril terhadap seluruh lingkungan DPRD Tuban.

Saat seluruh undangan datang dan pelantikan berlangsung, para aktifis mahasiswa ini belum tampak muncul. Tapi disaat acara telah selesai dan Bupati Tuban Haeny Relawati meninggalkan tempat acara, para pendemo baru muncul. Mereka langsung dihadang polisi di sekitar 200 meter dari gedung DPRD.

Aksi saling dorong terjadi, hingga polisi mengawal mereka mendekati pintu selatan gedung Dewan. Sampai di pintu yang sudah terkunci rapat, mereka baru berteriak-teriak memprotes pelantikan.

“Para anggota Dewan yang dilantik itu, harus mementingkan kepentingan rakyat. Jangan mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya,” kata Safuan, salah satu aktivis dalam orasinya di hadapan massa pendemo di luar pagar gedung DPRD Tuban yang juga sebagai coordinator aksi.

Aksi mahasiswa ini lebih menjadi tontonan anggota DPRD yang baru dilantik. Sementara sebagian mantan anggota DPRD Tuban yang baru lengser, hanya tersenyum melihat aksi para mahasiswa ini. Termasuk juga ratusan polisi yang dikerahkan, hanya menonon mereka dari balik pagar. Tuntutan mereka untuk bisa masuk gedung melakukan audensi tidak ditanggapi. Tidak ada kepastian sikap dari pihak Sekwan DPRD maupun anggota DPRD baru untuk menemui para pengunjuk rasa.

85 Persen Wajah Baru, Arifudin Tak Bisa Ikuti Pelantikan
Sementara itu dari dalam gedung dewan tampak empat puluh sembilan anggota DPRD kabupaten Tuban dari 50 wakil rakyat hasil pemilihan pada 8 April 2009 tersebut diambil sumpah dan janji-nya. Dihadapan para undangan, baik dari ketua partai politik (Parpol), Ormas dan seluruh kepala satuan kerja (Satker) pemerintah kabupaten Tuban, mulai dari kepala dinas, kantor dan kepala lembaga ikut menyaksikan sumpah janji para wakil rakyat tersebut.

dewan-baru-tubanSatu anggota DPRD yang tidak tamnpak di di gedung DPRD Tuban adalah Arifudin, SE dari Partai Demokrat yang mencalonkan dari dapil II yakni kecamatan Plumpang, Palang dan kecamatan Widang. Arifudin yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris DPC PD Kabupaten Tuban ini terlibat Kasus Sabu-sabu. Kader Partai Demokrat (PD) Tuban yang kini masih dalam tahanan Polres Tuban karena kasus peredaran sabu-sabu itu, yang tridak bisa mengikuti pelantikan anggota DPRD Tuban.

Jajaran kepolisian resort tuban ini tidak mau melepas tahanan kasus peredaran Sabu-sabu tersebut, sekalipun Caleg DPRD Tuban dari Dapil II Tuban ini terdaftar dalam SK gubernur Jatim dan sebagai caleg yang dilantik. Ia hingga kini masih mendekam dalam tahanan Polres Tuban, karena kasus kriminal yang melilitnya.

Sementara itu, pelantikan anggota DPRD Tuban periode 2009-2014 di gedung DPRD Jalan Teuku Umar-Tuban pukul 09.00 WIB, yang diikuti 49 orang—minus Arifuddin, diantaranya dari Partai Golkar (13), Demokrat (5), PKB (7), PDIP (6), Gerindra (4), PAN (3), PPP (4), PKS (3), PKNU (2), PBB (2), Barnas dan Hanura masing-masing 1).

Pelantikan berjalan lancar, sekalipun usai prosesi didemo puluhan mahasiswa. Informasi yang dihimpun Beritakota.net menyebutkan, Arifudin harus bertahan di tahanan Polres Tuban, sekalipun SK Gubernur tentang pelantikan terhadap 50 anggota DPRD Tuban menyebut namanya. Ketidakhadiran Arifudin dalam prosesi di ruang rapat paripurna Dewan itu, mengejutkan caleg yang lain.

“Kasihan teman kita yang satu itu, ia masih harus menyelesaiakan masalahnya sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan,” kata Mukaryono salah satu anggota dewan yang baru dilantik kepada Beritakota.net usai acara pelantikan di gedung DPRD Tuban, Jalan Teuku Umar-Tuban.

Terlepas apapun problema yang membelitnya, menurut kader militan Partai Golkar dari Rengel-Tuban ini, harusnya pihak kepolisian memberi ruang dan waktu untuk Arifudin.

“Mungkin pihak Polres Tuban memiliki pertimbangan lain,” katanya.

Ditemui terpisah di tempat sama Ketua DPC PD Tuban, Lilik Suhardjono, menyatakan, pihaknya menghormati keputusan kepolisian yang masih menahan Arifudin. Sekalipuan telah ada upaya agar yang bersangkutan diperbolehkan mengikuti prosesi pelantikan anggota DPRD Tuban.

“Kita positif thinking dan menghargai prosedur hukum yang harus dilalui Arifudin. Kita juga menghormati kebijakan pihak Polres Tuban,” kata Lilik Suhardjono yang juga Wakil Bupati Tuban itu di gedung Dewan.

Arifudin yang merupakan Caleg PD dari Dapil II Tuban (Kecamatan palang, Widang dan Kecamatan Plumpang) ini, dibekuk polisi setelah kedapatan membawsa 1,3 gram sabu-sabu pada Juni 2009 lalu. Ia kemudian dijebloskan ke tahanan Polres Tuban, karena ditengai polisi merupakan bagian dari sindikat peredaran barang haram tersebut di daerah Tuban dan sekitarnya. (kh)

Keterangan foto atas: Para aktivis mahasiswa dari PMII dan HMI yang melakukan aksi di Gedung DPRD Tuban disaat pelantikan/pengambilan sumpah janji Anggata DPRD baru (24/8). Foto bawah, terlihat penandatanganan berita acara pelantikan/pengambilan sumpah janji oleh Drs. Marwan dari Partai Golkar yang juga ketua DPRD (sementara) dan Tegug Prabowo dari PDIP yang juga mantan wakil ketua DPRD priode sebelumnya yang terpilih kembali. (Beritakota.net/Khoirul Huda)

Dibaca: 597 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook