Advertorial Display

Pengerjaan Tanggul Bengawan Solo di Tuban Lamban

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (BeritaKota.net) – Proyek normalisasi berupa perbaikan tanggul Bengawan Solo di Tuban yang ambles karena diterjang banjir besar relatif molor, dengan alasan kesulitan alat berat. Padahal kika proyek tersebut tidak segera dikebut, dikhawatirkan banjir besar bisa kembali terulang dan masyarakat sudah jenuh dengan bencana tahunan itu.

“Kami sudah jenuh dan trauma dengan bencana banjir, kalau tanggul ini tidak segera di bangun, kami tidak yakin, musim penghujan mendatang, Wilayah kecamatan Widang akan tengelam lagi,” ujar Jamal Ghofir salah satu tokoh pemuda di Desa Tegalrejo, Jumat (4/9).

Proyek normalisasi tanggul sungai terpanjang di Jawa ini, khususnya di wilayah Tuban dan Lamongan dari pantaun beritakota.net baru dimulai akhir Agustus kemarin. Selang waktu yang mepet menghadapi musim penghujan mendatang, konsekuensinya pekerjaan harus dikebut agar ambrolnya tanggul kembali terulang.

Sementaera Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tuban Ir. Choliq Qunnasich menyatakan informasi dari Ir Joko, pelaksana lapangan dari Balai Besar Bengawan Solo bahwa keterlambatan akibat sulit mendapatkan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan proyek normalisasi tanggul tersebut.

“Namun, sekarang sudah mulai dikerjakan lagi, di antaranya di Kedungrejo,” kata Choliq saat dikonfirmasi beritakota.net via Phonselnya.

Dari keterangan manatan Kasubdin Jalan Dinas PU, saat ini yang diprioritaskan adalah perbaikan di Kedungharjo Widang yang bagian tepinya longsor dan ambles. Juga tanggul Centini dan Keduyung di Kec. Laren Lamongan, serta tanggul Ngadipura di Widang. Untuk pembuatan parapat (bangunan tembok penguat tanggul) yang digarap adalah tanggul Bandungrejo, Sembungrejo, dan Sumberejo.

Secara keseluruhan, Terang Choliq, perbaikan tanggul antara Widang hingga Laren mencapai panjang 20 km.

“Ini kan proyek nasional Balai Besar Bengawan Solo, mulai dari Bojonegoro hingga Lamongan. Kami sendiri tidak terlibat langsung dan pengerjaannya secara multiyears dari anggaran 2009 dan 2010” jelas Choliq.

Sementara informasi dari Kantor Balai Basar Bengawan Solo menyebutkan pembuatan tanggul antara Soko hingga Rengel yang selama ini mengalami banjir tahunan belum ada kepastian. Untuk tahun ini dipastikan tak ada anggaran untuk itu, sementara tahun depan masih menunggu realisasi proyek Kali Lamong di Lamongan, yang lebih diprioritaskan.

Ketika Wakil Bupati Tuban Lilik Suharjono dan beberapa wakil daerah di kawasan Bengawan Solo menghadiri pertemuan dengan Menteri PU Joko Kirmanto bahwa proyek pembenahan tanggul Bengawan Solo mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik mendapat penekanan khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Lamongan, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Ainur Rofiq, menyatakan proyek Rawa Jabung J 22 salah satu proyek pengendalian luapan air Bengawan Solo di wilayah Lamongan-Tuban, segera direalisasikan tahun ini. Proyek ini melengkapi pembangunan tanggul permanan Tegalsari, Tegalrejo, Simorejo di Tuban sehingga diharapkan ancaman banjir semakin berkurang pada wilayah terkait.(kh)

Keterangan foto : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tuban Ir. Choliq Qunnasich. (BeritaKota.net/Khoirul Huda)

Dibaca: 211 kali

Tagged as: ,

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook