CNI Gelar Seminar Food Combining
Makan Enak Tapi Tetap Sehat?
Surabaya (BeritaKota.net) – PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) Cabang Surabaya menggelar Seminar Food Combining bertema “Makanan Enak Badan Tetap Sehat” yang menghadirkan pembicara Wied Harry Apriadji, seorang pakar di bidang nutrisi dan makanan sehat alami. Acara yang dihadiri lebih dari ratusan peserta ini diselenggarakan di Water Front Dine Lounge, Jln. Kedungsari no.62-66 BI A/2 Surabaya, pada hari Kamis (22/10) mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai.
Head of Branch CNI Surabaya Yudi Setiawan menjelaskan, seminar ini diadakan sesuai dengan komitmen CNI untuk mendorong terciptanya masyarakat yang sehat.
“CNI sejak awal berdiri fokus pada peningkatan aspek kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus mengadakan seminar-seminar kesehatan dengan menghadirkan pembicara-pembicara kredibel yang sesuai dengan orientasi CNI pada gaya hidup yang sehat,” ujar Yudi.
Dengan menghadirkan Wied Harry sebagai pembicara dalam seminar ini, Yudi berharap para peserta di kota Surabaya bisa mendapatkan makna sesungguhnya dari food combining dan tentunya mendapatkan informasi yang benar mengenai metode food combining yang aman dan bermanfaat.
Dalam presentasinya Wied mengungkapkan “Food combining itu berbeda dengan diet penurunan berat badan. Prinsip yang digunakan dalam food combining adalah dengan menghitung berapa (makanan) yang masuk, berapa yang bisa dicerna dan diserap,” tutur Wied.
Dia menjelaskan food combining pada dasarnya merupakan pola makan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah fungsi tubuh. Tubuh memiliki irama biologis yang terdiri dari siklus pencernaan, penyerapan dan pembuangan.
“Dengan memahami food combining, kerja metabolisme tubuh menjadi lebih efisien dan proses pencernaan lebih lancar sehingga terjadi keseimbangan dalam tubuh,” ujarnya.
Dalam food combining, makanan yang mudah dicerna dianjurkan untuk dikonsumsi di pagi hari. Makanan yang lebih sulit dicerna sebaiknya dikonsumsi di siang dan malam hari. Fungsi organ pencernaan tidak boleh terlalu berat. Caranya antara lain melalui pemisahan makanan yang mengandung karbohidrat dengan protein hewani. Selain itu juga mengombinasikan makanan berkarbohidrat atau protein hewani dengan sayuran. Dianjurkan pula untuk mengonsumsi sebagian sayuran dalam keadaan mentah dan buah ketika perut dalam keadaan kosong.
Alumnus Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga (GMSK) Institut Pertanian Bogor yang pernah berkarier di beberapa majalah wanita ini juga berbagi pengalamannya menerapkan Food Combining untuk menu sehari-hari. Sebelumnya Wied mengaku pernah memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi. Keluhan pusing sebelah kerap dirasakannya sehingga sering bolos kerja. Tubuhnya juga rentan terhadap flu, masuk angin, kedinginan dan bersin-bersin setiap bangun pagi.
Berkat ketekunannya menerapkan pola makan Food Combining, kadar trigliserida darahnya berangsur-angsur turun, dari 440 mg/dl menjadi 160 mg/dl, dan tidak pernah lagi melonjak. Selain itu, keluhan pusing sebelah dan stamina tubuh yang tidak fit kini jarang dialaminya.
Wied, memang tampak tetap segar meski usianya sudah memasuki 60 tahun. Awalnya, ia kurang menaruh minat terhadap food combining. Namun, setelah mendalami sistem biokimiawi dan proses metabolisme tubuh, pakar gizi dan ahli masak sehat alami ini akhirnya berkesimpulan food combining itu rasional dan ilmiah. Para peserta tampak antusias mendengar penjelasan Wied. (snt)
Dibaca: 527 kali

