Proyek Tanggul DAS Solo Terancam Mangkrak
Tuban (BeritaKota.net) – Proyek peninggian tanggul sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo mulai dari wilayah Kabupaten Lamongan (Ds.Keduyung Kecamatan Laren.red) sampai dengan di Wilayah Kecamatan Widang Kabupaten Tuban (Ds.Ngadipuro.red) dengan nilai proyek Rp. 7 Milyar yang berasal dari dana APBN terancam tidak bisa di lanjutkan.
Pasalanya, PT.Istaka Karya sebagai pemenang proyek, hingga saat ini belum mengeluarkan sama sekali dana pada PT.Cahaya Baru sebagai sub kontaraktot yang melaksanakan proyek peninggian tanggul pasca bencana banjir di wilayah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban.
Seperti yang disampaikan oleh Ricard Hontojo Stya Budi, salah satu petugas pelaksana lapangan dari PT. Cahaya Baru, pengerjaan proyek mulai dari Desa Keduyung Lamongan sampai dengan Desa Ngadipuro Tuban rata-rata sudah mencapai 60-70 Persen, akan tetepi karena hingga saat ini pihak pemenang tender belum membayar pada pelaksana di lapangan, pihak PT Cahaya Baru tidak bisa meneruskan pengerjaan dikarenakan kehabiasan Dana.
“Kita sudah berulang kali minta agar ada dana yang sudah dibayarkan oleh PU pada PT.Cipta Karya itu juga di bayarkan pada kita. Kalau kendaraan para suplaiyer ini BBM-nya bisa di isi dengan air bengawan solo dan bisa beroperasi tidak masalah” Kata Ricard dengan nada jengkel saat dikonfirmasi Beritakota.net via phonselnya, Kamis (05/11).
Lebih lanjut, Ricard juga menjelaskan, dari Proyek peninggian tanggul dan perbaikan tanggul yang putus beberapa tahun yang lalu, yakni di Desa Tegalsari dan Desa Tegalrejo Kecamatan Widang Tuban, pihaknya sudah mengerjakan sepanjang 16 Km dari 17 KM proyek yang direncanakan.
“Kita kerja mulai tanggal 27 Agustus 2009 kemarin mas, Al-hamdulillah yang kita kerjakan sudah mencapai 16 Km dari 17 km tinggal normalisasi, kita juga menargetkan dua titik tanggul yang putus nanti minggu ke 3 bulan ini sudah selesai” Terang Ricard.
Sementara Kepala Desa Simorejo M.Thohir,SE, saat dikonfirmasi Beritakota.net via phonselnya, juga mengaku ikut membantu operasional kontraktor ini sampai dengan Rp. 15 Juta selama mengerjakan proyek di Desa-nya, hal ini dilakukan karena pelaksana kegiatan dilapangan mengeluh karena hingga saat ini, PT.Istaka Karya belum memberikan dana pada PT.Cahaya Baru untuk oprasioanal di selama pengerjaan.
“Kita juga kuatir kalau peninggian tanggul ini tidak segera selesai, apa lagi sebentar lagi musim pengujan. Jangan-jangan karena musim hujan, proyek ini nanti jadi berhenti, dikarenakan kendaraan tidak bisa masuk, selian masyarakat kami juga banyak yang kuatir kalau tidak segera di selesaikan” Kata Kades Termuda di Wilayah Kecamatan setempat. (kh)
Keterangan foto : Aktifitas pengerjaan Proyek peningian tanggul DAS Solo di Desa Simorejo Kaecamatan Widang Kabupaten Tuban. (BeritaKota.net/Khoirul Huda)
Dibaca: 656 kali
