Rausan Warga Demo Tuntut Kades Mundur
Pasuruan (BeritaKota.Net) – Ratusan warga Desa Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan berunjuk rasa dibalai desanya, menuntut agar kepala desa mereka turun dari jabatannya, kemarin (5/11). Mereka merasa dikibuli dengan janji-janji yang disampaikan kades, mulai dari pembuatan KTP gratis hingga janji mendapat pekerjaan di pabrik Aqua yang berlokasi di desanya.
“Kami sudah bosan dengan janji-janji kades yang tidak pernah ditepati sejak dua tahun lalu. Bahkan setiap dicari ke rumahnya, ia malah tidak pernah ada. Jika ketemu alasannya berbagai macam,” terang M Subakir salah seorang warga.
Sejumlah janji-janji dilontarkan Ali Eko Handoyo, menjelang pilkades pada Juli 2007 lalu, diantaranya pembuatan KTP dan KK gratis, pengukuran tanah serta biaya persalinan juga gratis. Namun janji-janji itu tidak pernah dijalankannya.
Apalagi akhir-akhir ini juga mencuat masalah lain, yakni menjanjikan rekrutmen bagi warga desa setempat menjadi karyawan pabrik Aqua yang beroperasi di desanya. Bukan hanya itu, Ali juga memungut biaya hingga mencapai Rp 3 juta bagi warganya yang ingin diterima menjadi pegawai di perusahaan air mineral dalam kemasan tersebut.
“Saya juga sudah membayar sementara sebesar Rp 500.000. Jika di terima di perusahaan tersebut saya juga harus membayar tambahannya sebesar Rp 2,5 juta,” kata Khoiron salah seorang pemuda yang juga menunjukkan surat tanda terima uang sebesar Rp 500.000.
Dari informasi yang diperoleh, jumlah warga yang sudah membayar agar diterima bekerja sebagai karyawan perusahaan tersebut, jumlahnya mencapai puluhan. Bahkan dalam prosesnya, pembayaran tersebut dikumpulkan pada satu orang, yakni Bisri untuk diserahkan kepada Ali eko Handoyo.
Ternyata apa yang diharapkan para pemuda di desa tersebut tidak pernah kesampaian dan mereka justru merasa ditipu. Makanya mereka memberanikan diri dan mendesak Ali mundur dari jabatannya. Ali yang diserang dan didesak warganya sendiri tersebut tidak dapat berbuat banyak. Dengan pihak Kecamatan Gondangwetan Ali berdialog dengan perwakilan warga yang disaksikan muspika setempat.
Namun sempat terjadi salah paham dalam dialog tersebut, sehingga perwakilan warga keluar dan tetap ngotot memaksa Ali eko Handoyo mundur.
Mahrus, salah seorang sesepuh desa yang ikut berdialog dan membacakan hasilnya dengan didampingi Ali eko, ternyata juga tidak digubris.
“Tidak perlu lagi semua pernyataan dan keputusan itu. Semuanya sudah basi, kades harus mundur,” teriak sejumlah pemuda dengan ngotot.
Kapolsek Keboncandi AKP Nono Hariyono di depan ratusan warga akhirnya sempat marah dan meminta warga untuk dapat mengikuti aturan sesuai prosedur.
“Saudara semua ini berdemonstrasi tanpa ijin dan sudah kami beri kesempatan. Silahkan saja menuntut kades mundur, tapi harus melalui prosedur dengan membuat surat yang diberikan ke bupati melalui camat setempat. Bukan sepeti ini caranya,” tegas AKP N Hariyono (Jack)
Keterangan Foto: Ratusan warga Desa Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menuntut mundur kepala desanya, karena dianggap mengingkari janji dan menipu warganya dengan berjanji mencarikan pekerjaan. (BeritaKota.net/Kojack Doank)
Dibaca: 659 kali
