Asyik Berwisata, Tewas Terseret Arus
Pasuruan (BeritaKota.Net) – Awal musim hujan kali ini memakan korban. Anang Setiawan, 19, warga Jl. Mawar, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terhanyut saat bermain di sungai Baung, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (21/11) lalu.
Hingga kemarin, puluhan petugas dari tim SAR Brimob Malang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Mahameru, serta PA. Mayapada Universitas Yudharta diterjunkan untuk melakukan pencarian tubuh korban. Pasalnya, korban yang diperkirakan tewas itu belum juga ditemukan. Informasi yang dihimpun dari beberapa saksi menyebutkan, peristiwa itu bermula saat korban bersama kedua rekannya, Della dan Darmawan berekreasi ke Kebun Raya Purwodadi.
“Mereka di sana sejak pagi,” kata Camat Purwodadi Heri Sri Astutik.
Selama di sana, ketiga pemuda itu berjalan-jalan menelusuri kawasan Kebun Raya tersebut. Menjelang siang, mereka kemudian berjalan ke bagian belakang kebun raya. Memanfaatkan bagian belakang kebun raya yang tidak dilengkapi pagar, mereka menuju DAS yang berbatasan dengan Kebun Raya tersebut.
Beberapa saat lamanya ketiga pemuda itu bermain di pinggiran sungai yang menuju kawasan obyek wisata air terjun Baung Camp tersebut. Namun, petaka itu akhirnya terjadi. Saat kedua rekan korban asyik berforo, korban yang masih di pinggiran sungai tiba-tiba terpeleset.
Teriakan korban yang meminta tolong mengejutkan kedua rekan korban. Dengan sigap, mereka pun berupaya menghampiri korban yang saat itu berusaha meraih bebatuan sungai. Sementara, dari pinggiran sungai, upaya kedua teman korban untuk memberi pertolongan tidak membuahkan hasil. Derasnya arus sungai membuat mereka kesulitan meraih korban. Bahkan, salah satu diantara mereka nyaris ikut terjun ke sungai sebelum dihalangi oleh rekan korban yang lain.
Korban pun akhirnya ikut terhanyut arus sungai hingga ikut terjun dari ketinggian sekitar 90 meter. Kedua rekan korban pun gugup. Melalui pinggiran Kabun Raya, mereka kemudian berlari menuju air terjun yang menjadi andalan obyek wisata Baung Camp. arus sungai hingga ke titik jatuhnya air terjun. Mereka pun semakin panik. Terlebih, saat sampai lokasi, tubuh temannya itu tak juga mereka temukan.
Sekitar pukul 13. 00., mereka kemudian melaporkan peristiwa itu ke petugas Baung Camp untuk diteruskan ke Polsek Purwodadi, pihak kecamatan dan juga keluarga korban. Dalam sekejap, petugas Polsek pun tiba di lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian.
Tak hanya petugas Polsek. Beberapa elemen lain juga terus berdatangan ke lokasi untuk membantu proses pencarian. Diantaranya, tim SAR Brimob Malang (12 personil), Tagana (15 personil), serta PA. Mayapada Universitas Yudharta, Purwosari dan Mahameru Malang. Sayang, hingga siang kemarin, upaya pencarian korban belum juga membuahkan hasil. Koordinator pencarian korban Waluyo Utomo yang ditemui kemarin menyatakan, derasnya arus sungai menyebabkan pihaknya kesulitan melakukan pencarian.
Waluyo menyebutkan, kemungkinan besar, korban masih berada di daerah undercut (tempat jatuhnya air terjun). Pasalnya, selain memiliki kedalaman yang cukup curam, lokasi tersebut juga banyak dipenuhi palung. Karena itu, kemarin, belasan petugas dari tim SAR Brimob difokuskan melakukan pencarian di lokasi ini. Pencarian itu tidak hanya dilakukan dengan pengamatan visual. Tapi juga dengan menyelam ke dasar air. Meski begitu, upaya itu tidak bisa berjalan maksimal lantaran pusar air di lokasi tersebut cukup kuat.
“Arusnya cukup deras,” kata seorang petugas dari SAR Brimob yang baru saja keluar ke permukaan usai menyelam.
Terkait kemungkinan korban ikut terseret arus ke daerah hilir, hal tersebut bisa saja terjadi. Apalagi, sebelumnya, kawasan hulu sungai di guyur hujan lebat. Karena itu, sebagian petugas juga difokuskan untuk melakukan pencarian di DAS setempat.
“Kemungkinan itu tetap ada. Makanya, kami seseri semuanya,” terang Waluyo. Dengan menggunakan tiga perahu karet, mereka melakukan pencarian di kedua sisi sungai sepanjang empat kilometer hingga ke kawasan Desa Semut.
Sementara itu, peristiwa yang menimpa korban meninggalkan duka mendalam bagi rekan dan keluarga korban. Sejak Sabtu malam lalu, puluhan keluarga korban secara bergantian mendatangi lokasi kejadian. Supriyono, ayah korban yang ditemui kemarin hanya bisa berharap agar tubuh putranya itu segera bisa ditemukan.
“Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujarnya dengan air muka yang terlihat kalut.
Tak hanya Supriyono, kondisi yang sama juga diriasakan Darmawan, salah satu teman korban. Apalagi, peristiwa itu terjadi saat korban bersama dirinya. Karena itu, peristiwa yang menimpa rekannya itu benar-benar membuatnya syok.
“Tahu begini tadi ndak usah jalan-jalan,” katanya singkat.
Korban Akhirnya Berhasil Ditemukan Mengambang
Korban air terjun Coban Baung akhirnya berhasil ditemukan olah tim SAR gabungan setelah menunggu semalam, Anang Setiawan, 19, warga Jl. Mawar, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Korban yang sempat menghilang selama semalam tiba-tiba muncul dipermukaan air menjelang subuh, dan kondisi korban terlihat membiru dan lecet-lecet. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke puskesmas Purwosari sebelum dibawa pulang oleh keluarganya.
Supriyono, ayah korban yang turut menunggui tim SAR gabungan dalam pencarian anaknya tidak bisa berharap banyak kalu anaknya akan selamat. Dengan mata berkaca-kaca Supriyono mengatakan bahwa dirinya sudah pasrah, dan tidak akan menuntut pihak manapun dari kejadian ini. (Jack)
Keterangan Foto : Tim SAR sedang melakukan pencarian korban di Air terjun Coban Baung. Sabtu (21/11). BeritaKota.net/Kojack Doang
Dibaca: 747 kali
