Terkendala Modal, Kampung Logam Tak Bisa Penuhi Permintaan
Pasuruan (BeritaKota.Net) – Dalam tempo seatu bulan terakhir, sejumlah pengrajin dan UKM logam di kampung logam, Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, kebanjiran order dari sejumlah daerah di pulau Jawa dan Bali. Namun kemampuan mereka mengerjakan order tersebut, terpaksa tertunda atau hanya dapat dikerjakan sebagian karena keterbatasan modal yang dimiliki.
Saat memasuki sebuah kampong yang dikenal dengan Gang Pep, di Kelurahan Mayangan, nampak kelihatan biasa-biasa saja dan terkesan sunyi. Namun di balik kesunyian tersebut, lapat-lapat dari setiap rumah terdengar suara mengiang yang menunjukkan aktivitas, Rabu (25/11).
Usut punya usut, hampir di setiap rumah dari belakang atau samping rumah, terdapat ruang kecil yang sepertinya tersembunyi, terdapat aktivitas luar biasa memproduksi berbagai hasil logam. Mulai spart part motor dan mobil, aksesoris untuk mebeler hingga brivet (lencana) pangkat atau tanda-tanda TNI/Polri, tengah dikerjakan oleh 3 hingga belasan orang di setiap rumah tersebut.
Di balik maraknya aktivitas pekerja di kampong logam tersebut, ternyata bukannya tidak ada halangan sama sekali. Justru mereka saat ini tengah kelimpungan dan kebingungan untuk dapat menutup biaya untuk produksi memenuhi order yang mereka dapatkan.
“Kami kebingungan, dituntut bekerja cepat dengan modal seadanya. Order didapat dari pelanggan lama dan para pelanggan baru sebulan terakhir. Semuanya minta diselesaikan cepat dan terpaksa disiasati dari hasil order satu, biaya digunakan untuk order lainnya dengan mempercepat putaran,” terang Moh Ali, pembuat aksesoris dari kuningan.
Menurut sejumlah pengrajin dan pengusaha setempat, sebulan terakhir mereka kebanjiran order dari berbagai pihak mulai tingkat suplayer hingga pabrikan untuk spare part motor dan mobil, mesin diesel serta lainnya.
Ditambah lagi, keikut sertaan sejumlah pengusaha di kampong logam tersebut dengan Dinas Koperasi, industri dan perdagangan (Dikoperndag) Kota Pasuruan, dalam mencari pasar baru di Bali, Bandung dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia, membuat pasar mereka semakin meluas.
“Nota kesepakatan sudah terlanjur dibuat dengan berbagai pihak. Begitu ditindak lanjuti oleh pengusaha dari daerah lainnya, kami hanya bisa menelan ludah dan berjanji untuk menghubungi secepatnya kembali. Jangankan melayani pesanan mereka, untuk pelanggan lama saja, kami juga terpaksa menundanya,” terang H M Imron.
Para pengrajin di kampong logam Mayangan ini akhirnya sebisa mungkin berupaya menunda pengerjaan order sambil menghibur pemesan, agar tidak lepas.
“Saat ini kami hanya bisa berharap, pemerintah ikut memikirkan masalah kami. Omset yang kami dapat sudah sangat luar biasa dan menggembirakan disbanding tahun-tahun sebelumnya. Kami yakin saat ini saatnya untuk bangkit, tapi dengan konsekwensi pemerintah ikut memecahkan persoalan kami,” kata M Tolib sambil melihat anak buahnya mengecor.
Dari data Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Dikoperindag) Kota Pasuruan, di Kelurahan Mayangan sedikitnya terdapat 250 UKM logam. Pihak Dikoperindag Kota Pasuruan, juga tidak menutup mata dengan persoalan yang dibutuhkan para pengusaha UKM dari semua sector mulai logam, mebeler dan lainnya.
Begitu mengajak para pengusaha memperluas pasarnya agar perekonomian dapat tumbuh subur, pemerintah juga sudah menyiapkan program pengucuran penambahan modal.
“Bukan semata-mata dapat order saja dan modal yang dibutuhkan pengusaha juga tetap kami pikirkan. Salah satunya dengan memfasilitasi kebutuhan permodalan dan dipertemukan dengan pihak perbankan seperti saat ini. Namun dengan syarat mereka dapat memanajemeni usahanya dengan bagus dan benar, sehingga usahanya benar-benar sehat,” terang DR Kuncoro, Kepala Dikoperindag Kota Pasuruan. (Jack)
Keterangan Foto : Seorang pekerja di kampong logam Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, tengah menyelesaikan order spare part motor. BeritaKota.net/Kojack Doank
Dibaca: 476 kali
