Targetkan Indonesia Sebagai Negara Produsen Ikan Terbesar Dunia
Pasuruan (BeritaKota.Net) – Penghapusan biaya retribusi bagi petani ikan dan nelayan, akan membuka semangat baru untuk meningkatkan hasil produksi ikan yang akhir-akhir ini semakin merosot. Penghapusan semua bentuk retribusi bagi petani ikan dan nelayan ini sudah disampaikan kepada presiden beberapa waktu yang lalu saat sidang kabinet oleh Menteri Kelautan Dan Perikanan, Fadel Muhammad. Hal ini dituturkannya saat dialog dengan para petani ikan dan nelayan di bangil, Minggu, (27/12) sore.
“Saya sudah melaporkan kepada Presiden untuk menghapus berbagai retribusi kepada petani tambak dan nelayan. Sebab, retribusi tersebut akan menghambat dan menyusahkan. Padahal kami menargetkan tahun 2015 nanti, Indonesia akan menjadi salah satu negara produsen ikan terbesar dunia dengan kenaikan produksi sebesar 33,5 persen pada setiap tahunnya,” tegas Fadel Muhammad dihadapan ratusan kelompok petani ikan dan nelayan Pasuruan dan Probolinggo saat berdialog di Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Selain menghapus berbagai retribusi yang memberatkan petani tambak dan nelayan, untuk mencapai target, sejumlah langkah tehnis disiapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan RI. Diantaranya, mempermudah perolehan pakan ikan dengan harga yang murah. Sebab, di Indonesia saat ini, biaya budidaya ikan paling besar justru dari pemenuhan pengadaan pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen. Fadel juga berjanji akan menggelontor ribuan ton bibit ikan gratis bagi petani tambak, agar petani tambak tidak susah lagi untuk menghitung biaya produksi tambak mereka.
“Untuk dunia, komposisi pakan besarnya 10 hingga 18 persen, tapi di Indonesia mencapai 60 hingga 70 persen. Maka dengan itu, alokasi dana sebesar Rp 2,6 triliyun akan dikonsentrasikan bagi kepentingan petani tambak dan nelayan. Bahkan dana untuk kebutuhan pribadi saya sebesar Rp 490 miliar saya coret,” imbuh Fadel dengan serius.
Fadel juga mengungkapkan kepada petani tambak, bahwa dirinya akan membatasi segala jenis import benih udang. Seperti jenis bibit udang fanname dan lain-lain, namun pihaknya akan membuka sedikit ijin untuk import induk udang. Hal ini ditanggapi positif oleh para petani yang hadir dalam pertemuan dengan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Fadel Muhammad. (Jack)
Keterangan Foto : Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad, saat melihat hasil budidaya kepiting soca oleh petani tambak Kabupaten Pasuruan. Minggu (27/12) sore. BeritaKota.net/Kojack Doank
Dibaca: 587 kali
