CNI Kembali Gelar Seminar ‘The Power of Mind Mapping’
Jakarta (beritakota.net) – Setelah sukses dan mendapatkan respon positif dari para peserta di Jakarta, Medan dan Surabaya, PT. Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) kembali menggelar Seminar Mind Mapping di Ibukota. Kali ini tema yang diangkat adalah : “The Power of Mind mapping” yang menghadirkan pembicara Ir. Sutanto Windura, BLI.
Seminar akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut diadakan pada hari Minggu (17/1), mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, di Ballroom CNI Creative Center (C3), Jln. Puri Indah Blok O2 No. 1-3, Jakarta Barat.
Head of Marketing Development Dept Imam Supriyadi mengemukakan, seminar ini mengupas dasar-dasar manajemen otak dan akan menjelaskan kepada peserta betapa banyak miss management otak dalam mendidik dan membuat anak kita cerdas/jenius.
Menurutnya, Seminar Mind Mapping ini merupakan seminar parenting yang menjadi salah satu rangkaian Program GHI ‘Gaya Hidup Idaman’ yang diadakan CNI sejak tahun 2009 lalu. Program GHI ini menggagas pembentukan komunitas yang bertujuan mencapai hidup sehat, berwawasan positif, keluarga bahagia dan sejahtera.
Dengan diadakannya seminar parenting ini, Imam berharap para peserta bisa belajar bagaimana membuat & menerapkan metode Mind Map secara benar. Seminar ini dirancang untuk anak-anak (pelajar) dan sangat bermanfaat bagi orang tua untuk nantinya mengajarkan kembali kepada anak-anaknya.
“Tema seminar ini selaras dengan tujuan CNI untuk meningkatkan kualitas keluarga dan memasyarakatkan gaya hidup idaman sekaligus untuk memberikan gambaran dalam mendidik dan membuat anak menjadi cerdas/jenius. Oleh karena itu, CNI akan terus mengadakan seminar-seminar parenting dengan menghadirkan pembicara-pembicara kredibel yang sesuai dengan orientasi CNI pada gaya hidup idaman,” ujar Imam.
Sutanto sendiri yang menjadi pembicara dalam seminar ini adalah seorang alumnus ITB Fakultas Teknik Industri yang sejak tahun 2002 mendalami ilmu memory skill, learning management kemudian fokus pada pengembangan brain management. Saat ini, dia menjabat sebagai direktur The Brainic Institute dan juga seorang penulis buku pendidikan dan pemegang lisensi Dr. Tony Buzan, seorang ahli manajemen otak.
“Mind Mapping merupakan sistem pembelajaran yang bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak, sehingga mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan dan potensi otak manusia. Kami berharap dengan teknik belajar ini akan sangat membantu orang tua untuk mengembangkan imajinasi anak dan membuat belajar menjadi menyenangkan bagi anak,” tutur Sutanto Windura.
Sutanto akan menyampaikan bahwa setiap anak diciptakan untuk sukses. Jenius bukan dibentuk atau dilahirkan, melainkan alamiah. Setiap anak itu jenius. Pada dasarnya sel otak manusia tidak jauh berbeda dengan sel otak manusia jenius. Setiap satu detik, sama-sama dapat menyimpan 10 informasi baru.
Dia menambahkan tantangan terbesar yang dihadapi orang tua dalam mendidik anaknya adalah bagaimana membuat belajar jadi menyenangkan. Sering anak-anak menganggap belajar itu tidak menyenangkan, sulit konsentrasi, tidak paham apa yang dipelajari, tidak kreatif, mudah lupa, otak terasa penuh dan stres.
“Otak manusia terdiri dari 1 triliun sel. Sayangnya, potensi dan kapasitas otak yang kita gunakan kurang dari 1 persen. Hal ini berhubungan dengan manajemen otak agar kita dapat lebih mengeksplorasi kemampuan otak,” ujar Sutanto.
Sutanto mengemukakan kenapa belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan, antara lain karena buku-buku yang ada sebagian besar berisi kata-kata, satu warna, tanpa gambar dan jarak baris sama alias monoton. Dalam hal ini, lebih banyak menggunakan otak kiri. Akan berbeda bila dibandingkan dengan film kartun yang penuh warna-warni, bergerak, ada angka-angkanya. Anak-anak lebih menyukainya.
“Intinya agar menggunakan kedua otak kita, kiri dan kanan. Orang yang kreatif adalah mereka yang bisa mengelola otak kiri dan kanan. Otak kanan membantu kita memiliki daya ingat lebih lama/panjang. Konseptual, musik, gambar, warna, dimensi, imajinasi dan melamun menjadi cara kerja otak kanan,” jelas Sutanto.
Dalam sistem Mind Mapping, anak dilatih meringkas dan membuat semacam bagan. Isinya adalah apa yang harus diingat dari hal penting/utama, lalu percabangan ke hal yang tidak penting. Percabangannya dibuat menggunakan warna-warni serta gambar.
“Mind Map akan meningkatkan pemahaman anak secara drastis karena ia menggunakan pancaran pikirannya sendiri yang memberdayakan otak kiri dan kanannya. Akan menghemat waktu mengulang pelajaran sampai 80% karena anak tinggal membaca lagi Mind Map-nya, tidak perlu membuka kembali buku pelajarannya,” tegas Sutanto.
Diharapkan setelah seminar mind map ini diadakan, akan banyak masyarakat yang mengalami perkembangan yang sangat positif dalam daya ingat dan pola pikir.
“Beberapa diantaranya bahkan menyampaikan langsung kepada kami bahwa mereka yang tadinya sulit mengingat alias pelupa, setelah mempraktekkan teori-teori mind mapping ini ingatannya jauh lebih baik. Seminar ini akan sangat bagus dan bermanfaat,” pungkasnya. (san/brt)
Dibaca: 916 kali
