Advertorial Display

CNI Adakan Seminar Mind Map ‘The Magic of Min Mapping’

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Surabaya (beritakota.net) – Setelah sukses dan mendapatkan respon positif dari para peserta di Jakarta, Palembang dan Bali, PT. Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) Cabang Surabaya menggelar Seminar Mind Mapping. Kali ini tema yang diangkat adalah : “The Magic of Mind Mapping” yang menghadirkan pembicara Ir. Sutanto Windura BLI. Seminar yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut diadakan pada hari Sabtu (23/1), mulai pukul 15.00 hingga 19.30 WIB, di Hotel Somerset Surabaya, Jl. Kupang Indah, Surabaya.

Head of Branch CNI Cabang Surabaya Yudi Setiawan mengemukakan, seminar ini mengupas dasar-dasar manajemen otak dan akan menjelaskan kepada peserta betapa banyak miss management otak dalam mendidik dan membuat anak kita cerdas/jenius. Menurutnya, Seminar Mind Mapping ini merupakan seminar parenting yang menjadi salah satu rangkaian Program FCC ‘Family Care Community’ yang diadakan CNI sejak tahun 2009 lalu.

FCC merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari CNI yang menggagas pembentukan komunitas yang bertujuan mencapai hidup sehat, berwawasan positif, keluarga bahagia dan sejahtera.

“Melalui seminar-seminar FCC ini CNI berpartisipasi aktif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup serta keharmonisan keluarga Indonesia, di FCC ini akan banyak diadakan kegiatan seminar bermanfaat yang ditujukan khusus keluarga dengan menghadirkan pembicara-pembicara kredibel,” ucap Yudi.

Sutanto sendiri yang menjadi pembicara dalam seminar ini adalah seorang alumnus ITB Fakultas Teknik Industri yang sejak tahun 2002 mendalami ilmu memory skill, learning management kemudian fokus pada pengembangan brain management. Saat ini, dia menjabat sebagai direktur The Brainic Institute dan juga seorang penulis buku pendidikan dan pemegang lisensi Dr. Tony Buzan, seorang ahli manajemen otak.

“Mind Mapping merupakan sistem pembelajaran yang bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak, sehingga mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan dan potensi otak manusia. Kami berharap dengan teknik belajar ini akan sangat membantu orang tua untuk mengembangkan imajinasi anak dan membuat belajar menjadi menyenangkan bagi anak,” tutur Sutanto Windura.

Di awal presentasinya, Sutanto menyampaikan bahwa setiap anak diciptakan untuk sukses. Jenius bukan dibentuk atau dilahirkan, melainkan alamiah. Setiap anak itu jenius. Pada dasarnya sel otak manusia tidak jauh berbeda dengan sel otak manusia jenius. Setiap satu detik, sama-sama dapat menyimpan 10 informasi baru.

Sutanto menjelaskan tantangan terbesar yang dihadapi orang tua dalam mendidik anaknya adalah bagaimana membuat belajar jadi menyenangkan. Sering anak-anak menganggap belajar itu tidak menyenangkan, sulit konsentrasi, tidak paham apa yang dipelajari, tidak kreatif, mudah lupa, otak terasa penuh dan stres.

“Otak manusia terdiri dari 1 triliun sel. Sayangnya, potensi dan kapasitas otak yang kita gunakan kurang dari 1 persen. Hal ini berhubungan dengan manajemen otak agar kita dapat lebih mengeksplorasi kemampuan otak,” tambah Sutanto.

Sutanto mengemukakan kenapa belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan, antara lain karena buku-buku yang ada sebagian besar berisi kata-kata, satu warna, tanpa gambar dan jarak baris sama alias monoton. Dalam hal ini, lebih banyak menggunakan otak kiri. Akan berbeda bila dibandingkan dengan film kartun yang penuh warna-warni, bergerak, ada angka-angkanya. Anak-anak lebih menyukainya.

“Intinya agar menggunakan kedua otak kita, kiri dan kanan. Orang yang kreatif adalah mereka yang bisa mengelola otak kiri dan kanan. Otak kanan membantu kita memiliki daya ingat lebih lama/panjang. Konseptual, musik, gambar, warna, dimensi, imajinasi dan melamun menjadi cara kerja otak kanan,” jelas Sutanto.

Dalam sistem Mind Mapping, anak dilatih meringkas dan membuat semacam bagan. Isinya adalah apa yang harus diingat dari hal penting/utama, lalu percabangan ke hal yang tidak penting. Percabangannya dibuat menggunakan warna-warni serta gambar.

“Mind Map akan meningkatkan pemahaman anak secara drastis karena ia menggunakan pancaran pikirannya sendiri yang memberdayakan otak kiri dan kanannya. Akan menghemat waktu mengulang pelajaran sampai 80% karena anak tinggal membaca lagi Mind Map-nya, tidak perlu membuka kembali buku pelajarannya,” tegas Sutanto.

Yudi menjelaskan, setelah seminar mind map ini diadakan, cukup banyak masyarakat yang mengaku mengalami perkembangan yang sangat positif dalam daya ingat dan pola pikir.

“Beberapa diantaranya bahkan menyampaikan langsung kepada kami bahwa mereka yang tadinya sulit mengingat alias pelupa, setelah memraktekkan teori-teori mind mapping ini ingatannya jauh lebih baik. Seminar ini sangat bagus dan bermanfaat,” tutup Yudi. (brt)

Kantor Pusat : GRAHA CNI, Kompleks Green Garden Blok A-8 No.1 Jl. Arteri Kedoya, Jakarta Barat 11520 Tel. 021-5807575 ext. 1522 (Riva) & 1524 (Santi)

Keterangan foto: Ir. Sutanto Windura BLI sebagai pembicara seminar yang digelar CNI dengan topik “The Magic of Mind Mapping” di Hotel Somerset Surabaya, Sabtu (23/1). Doc. CNI

Dibaca: 566 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook