Advertorial Display

Ijazah Pesantren Tidak Diakui Pemerintah

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

MenagPasuruan (BeritaKota.Net) – Ratusan kyai pengasuh pondok pesantren (ponpes) dari berbagai daerah di Jatim, mengadu dan berkeluh-kesah keberadaan pendidikan pesantrennya yang tidak diakui. Tentu saja pengaduan para kyai membuat Menteri Agama RI Surya Dharma Ali gerah saat menghadiri Halaqoh Alim Ulama yang digelar di Ponpes Al Yasini, Areng-areng, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/1).

Keluh kesah kyai ini disampaikan KH Mujib Imron, Pengasuh Ponpes Al Yasini bersama KH A Subadar, Pengasuh Ponpes Roudlotul Ulum Besuk, Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

“Halaqoh terkait revitalisasi pendidikan salafiyah dan diniyah untuk pembangunan bangsa ini sengaja menghadirkan pengasuh ponpes yang salaf saja. Karena ponpes salaf selama ini tidak dihiraukan. Terbukti dari ijazah para lulusan yang tidak diakui, sehingga untuk pencalonan seperti kepala desa saja tidak bisa,” tandas KH Mujib Imron.

Menurut ulama yang akrab dipanggil Gus Mujib ini, tidak adanya pengakuan atas ijazah lulusan pesantren salafiyah sama saja dengan mengabaikan peran pesantren dalam dunia pendidikan di Indonesia. Padahal di pesantren, selain santri mendapatkan ilmu sekaligus juga membentuk karakter santri.

“Paling banter ijazah lulusan pesantren salaf cukup untuk pencalonan kepala desa saja. Kondisi seperti ini jelas bertentangan dengan sistem pendidikan Indonesia yang tidak memperbolehkan diskriminatif,” imbuh KH Mujib Imron.

KH A Subadar dihadapan Menag Surya Dharma Ali juga menyampaikan, tidak diakuinya ijazah lulusan pesantren, sama saja dengan tidak menghargai perjuangan ulama.

“Pendidikan model pesantren sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Bahkan saat itu para ulama berjuang dan menjadikan pesantren menjadi markas melawan penjajahan. Namun saat ini seperti pepatah Habis manis sepah dibuang, lulusannya justru tidak diakui,” tegas KH A Subadar.
Menteri Agama yang mendengar sambatnya para alim ulama ini langsung menjawabnya dengan ketegasan, agar masalah tersebut segera dikaji.

“Akan dipikirkan dan dikaji bersama-sama untuk standarisasi salafiyah dan diniyah, terutama bidang-bidangnya. Sehingga membuat pendidikan di pesantren semakin berkualitas,” kata Surya Dharma Ali.

Menurut Surya Dharma Ali, model pembelajaran di pesantren dengan sistem asramanya, saat ini justru banyak ditiru banyak pihak. Karena model asrama tersebut justru lebih intens dan tinggal kontensnya saja yang direvisi.

Saat itu juga Menag juga menyampaikan, sebanyak 54.000 madrasah dari ibtidaiyah hingga aliyah, hanya 8,5 persen saja yang negeri. Ditambah lagi dengan pesantren yang jumlahnya 7.000 pesantren serta madrasah diniyah yang mencapai 23.000.

“Banyaknya lembaga pendidikan islam ini yang akan kami tingkatkan kualitasnya. Tentu saja diperlukan kerjasama dengan semua pihak,” imbuh Surya Dharma Ali. Menteri Agama juga meresmikan Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Kraton yang berada di komplek Ponpes Al Yasini. MAN Kraton didirikan diatas lahan 6.000 meter persegi yang diwaqofkan. (Jack)

Keterangan Foto : Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali bersama KH Mujib Imron, Pengasuh Ponpes Al Yasini saat menuju ke lokasi Halaqoh Alim Ulama, Sabtu (23/1). beritakota.net/kojack doank

Dibaca: 1226 kali

Random Posts


    Tagged as:

    Comments are closed.

    Temukan Kami Di Facebook