Pendidikan Madin Harapkan Bantuan BOS
Pasuruan (beritakota.net) – Sebuah tantangan tersendiri bagi para pengasuh pondok pesatren untuk mengupayakan bantuan Pemerintah dalam kelangsungan proses belajar mengajar kedepan, hal ini diungkapkan langsung oleh pengasuh Yayasan Al-Ma’had Salafiyah KH. Idris Hamid, dalam pertemuan silaturahmi Alumni Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan, Senin (22/2) siang.
Acara temu alumni yang secara rutin digelar pada setiap tahun di Ponpes Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan, pada tahun ini juga dihadiri oleh KH. Bisri Mustofa (Gus Mus) dari rembang dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifulloh Yusuf (Gus Ipul). Disamping itu, beberapa ulama se-jawa Timur juga turut hadir dalam temu alumni dan silaturahmi kyai se-Jatim.
Dalam kesempatan temu alumni salafiyah kali ini, KH. Idris Hamid (Gus Idris) mengatakan bahwa Pemerintah kurang perhatian terhadap lembaga pendidikan swasta serta lembaga pendidikan yang dibawah naungan langsung pondok pesantren.
Secara kelembagaan, lulusan pendidikan pondok pesantren sama halnya dengan lulusan lembaga pendidikan negeri ataupun swasta yang diakui oleh pemerintah.
“Kalau meruntut pada sejarah, pendidikan di pondok pesantren itu sudah ada sebelum bangsa Indonesia ini merdeka. Tapi mengapa pendidikan di pondok pesantren selalu diabaikan oleh pemerintah,” ungkap Gus Idris.
Peran serta dukungan dari pemerintah sangat diharapkan sekali dalam kelangsungan pendidikan pondok pesantren, mengingat sampai sekarang peran serta dilembaga pendidikan pondok pesantren sama sekali belum terlihat.
“Mumpung dalam pertemuan kali ini kehadiran Gus Ipul sebagai wakil dari pemerintah propinsi, maka apakah nantinya pemerintah propinsi akan bisa mengakomodir keluhan para pengasuh pondok pesantren,” lanjut Gus Idris dalam sambutannya.
Pemerintah Propinsi Jawa Timur telah menganggarkan dana untuk Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar Rp. 280 Miliar, dan nantinya dana yang telah dianggarkan ini akan disebar ke Kota / Kabupaten seluruh Jawa Timur.
“Pemerintah Propinsi sudah menyiapkan dana untuk BOSDA terutama untuk Madrasah Diniyah sebesar Rp. 280 Miliar, dan dana tersebut nantinya akan kita sharringkan dengan Pemerintah setempat,” ujar Gus ipul.
Rencana penyaluran dana BOSDA untuk Madrasah Diniyah ini harus terlaksana pada tahun 2010, dan penyalurannya sendiri tergantung kesiapan pemerintah setempat. Menurut catatan terakhir dari Pemprov, jumlah Madrasah Diniyah yang akan mendapatkan kucuran dana BOSDA sekitar 86.000 Madin.
“Penyaluran BOSDA ini harus terlaksana pada tahun 2010 ini juga, dan sampai saat ini baru ada empat daerah yang telah siap menyalurkan BOSDA,” lanjut Gus Ipul.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin, yang juga turut hadir dalam pertemuan alumni santri Salafiyah mengatakan, bahwa Kabupaten Probolinggo saat ini masih belum siap untuk mengucurkan BOSDA.
“Kami masih mempersiapkan anggaran untuk BOSDA, walaupun setengah dari kebutuhan anggarannya sudah disiapkan oleh pemerintah Propinsi,” ujar Hasan Aminuddin saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifulloh Yusuf di Ponpes salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan. (Jack)
Keterangan foto : Gus Idris Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan. beritakota.net/kojack doank
Dibaca: 1375 kali
