Advertorial Display

Warga Ancam Blokir Akses Jalan Masuk PetroChina

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (beritakota.net) – Kembali warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban kemarin (24/2) melakukan aksi unjuk rasa di Centre Prosesing Area (CPA) ladang minyak Mudi yang di kelola Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ) yang berlokasi desa setempat.

Terdapat sekitar 1.000 warga empat dusun menuntut direkrut menjadi tenaga kerja di lapangan minyak dikampungnya. Selain itu, warga juga meminta kompensasi tunai atas bau menyengat yang di timbulkan akibat proses pengeboran. Bahkan, masyarakat empat dusun tersebut juga mendesak agar PetroChina merelokasi dua SDN yang terganggu aktivitas pengeboran.

Warga yang berbondong-bondong bersama anak-anak sekolah tersebut dianyatanya meliputi Dusun Kayunan, Delik, Sarirejo, dan Gandu yang kesemuannya wilayah Desa Rahayu. Aksi yang di gelar untuk ke sekian kalinya ini di mulai sekitar pukul 09.30 WIB dari balai desa setempat. Mereka juga membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan keluhan, dan kecaman terhadap JOB PPEJ. Diantaranya “Pak Presiden Selamatkan Jiwa Kami, Ibu Bupati warga Ibu di Rahayu hampir mati akibat panas Pertolongan Ibu Selalu Kami nanti, Pimpinan JOB PPEJ jangan cuma terima gaji mana tanggungjawabmu, dan jangan selalu ingkar janji”.

Salah satu koordinator aksi Sutikno saat dikonfirmasi mnayatakan, kalau aksi yang ke sekian kalinya ini dalam upaya menagih janji petroChina yang sebelumnya sudah mensepakati perjanjian dengan warga, yakni akan mendapatkan kompensasi secara tunai.

“Karena hingga saat ini belum ada realisasi sama sekali, dengan terpaksa kami demo lagi” Kata Sutikno yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Gandu ini saat dikonfirmasi beritakota.net.

Dari penjelasan Sutikno, selain menagih kompensasi tunai bagi warga aksi ini juga menuntut JOB PPEJ merekrut tenaga kerja lokal. Karena, selama ini proses rekruitmen yang dilakukan tidak transparan hingga warga tidak bisa mendaftar kerja di perusahaan tersebut.”Selain itu, jika ada warga yang diterima kerja jumlahnya juga sangat kecil” Lanjut Sutikno.

Seperti halnya rekruitmen tanggal 20, bulan lalu pihak JOB PPEJ membuka lowongan 25 peluang. Tapi, warga setempat yang diterima hanya dua orang saja. Dia juga menambahkan, warga empat dusun juga mendesak agar dua SDN I, dan II Rahayu secepatnya di relokasi.

“Karena, selama ini proses pengeboran juga telah menganggu akivitas belajar mengajar, sedikitnya 400 siswa, sehingga anak-anak tidak konsenstrasi saat belajar karena hawa panas, bau busuk, dan suara bising” tandasnya.

Para warga Desa Rahayu ini juga mengancam jika tuntutan warga tidak segera di penuhi, masyarakat akan bakal memblokade akses jalan masuk ladang minyak tersebut hingga tuntutannya di kabulkan.

Sementara dari Beritakota.net, sekitar 1.000 warga ini membentuk dua kelompok besar. Sebagian sedang konsentrasi di CPA yang berlokasi di Dusun Gandu, dan sebagian lainnya berusaha memasuki area sumur pad B yang ada di Dusun Kayunan. Aksi ini juga mendapatkan pengawalan secara ketat aparat kepolisian resort (Polres) setempat, dan sedikitnya 250 personel gabungan reskrim, pengendali massa, dan Samapta mengawal aksi ini sejak awal.

Hingga saat ini (Pukul 15.00 Wib.red), upaya negosiasi masih dilakukan pihak aparat agar aspirasi warga tersampaikan. Namun, sejauh ini pihak JOB PPEJ belum ada yang menemui aksi warga Desa Rahayu ini.(kh).

Keterangan foto : Masyarakat Ds.Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban saat melakukna aksi yang menuntut konpensasi atas pengeboran minyak yang dilakukan JOB PPEJ untuk yang kesekikan kalinya. (beritakota.net/khoirul huda)

Dibaca: 651 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook