Advertorial Display

Bocah Alami Kelainan Empedu, Kebiasaan Makan Tanah dan Genting

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

*Ibunya Nekat Jadi TKW Demi Pengobatan

Tuban (beritakota.net) – Bastiawan, 12, bocah kelas 5 SD asal Dusun Randu Geneng, Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban memiliki kebiasan aneh. Yakni memakan tanah dan genting. Kebiasaan aneh tersebut, dilakukan oleh anak kedua pasangan Edy Priyanto, 43, dan Riniyatin, 37, diduga akibat penyakit kelainan empedu yang dideritanya sejak lahir dan tak kunjung mendapat pengobatan.

“Biasanya dia memakan tembok atau genting ketika sedang sepi. Sebab, kalau ketahuan orang lain dia seperti malu,” ungkap Mining, 60, nenek Bastiawan kepada beritakota.net, Senin (1/3).

Diceritakan Mining, penyakit aneh itu diderita cucunya sejak lahir. Awalnya, ketika Bastiawan berusia 7 bulan terdapat benjolan sebesar ibu jari orang dewasa di bagian kiri perutnya, dan semakin hari benjolan itu terus membesar hingga merata di seluruh bagian perutnya.

Sejak berusia sekitar satu tahun, kebiasaan aneh Bastiawan kerap muncul. Saat bermain di depan rumah ia kerap mengambil tanah kemudian dimakanya begitu saja. Dan tak hanya itu, kala berada di sungai juga ia dengan enaknya mengambil tanah liat untuk dimakan. Kebiasaan aneh itu, lanjutnya, paling sering dilakukan Bastiawan ketika penyakitnya kambuh. Dimana, ia mulai tidak mau makan nasi yang dimasak oleh sang ibu. Namun, ketika rumah sedang sepi ia memilih memakan tanah atau runtuhan tembok rumahnya. Kejadian itu berlangsung selama bertahun-tahun. Maklum, Edy Priyanto hanya bekerja sebagai nelayan biasa harus menghidupi istri dan tiga anaknya.

Dikatakan Mining, cucunya itu pernah beberapa kali dibawa ke dokter dan sempat dua kali dirawat di rumah sakit dr Soetomo Surabaya.

“Beberapa tahun lalu, dua kali menginap di rumah sakit Karang Menjangan. Pertama selama 15 hari dan yang kedua sampai 9 hari. Tapi, karena tidak punya uang, terpaksa dibawa pulang lagi,” imbuhnya.

Selain Medis, keluarga juga berpuluh atau bahkan beratus kali mendatangi tempat pengobatan alternative. Berbagai jamu atau ramuan yang didapat juga sudah diminum. Namun, hasilnya tetap saja nol besar. Sampai-sampai, keluarga sederhana ini punya banyak hutang untuk biaya Bastiawan. Hingga pada tiga tahun lalu, Riniyatin nekat berangkat ke Malaysia menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) untuk mencari uang guna pengobatan sang anak serta mengembalikan hutang yang menjadi tanggungan keluarga.

Menurut dokter Bambang Lukmantono, kebiasaan makan tanah atau sebagainya itu tidak ada hubunganya dengan penyakit kelainan Empedu.

“Tidak ada korelasinya, antara penyakit dengan orang makan seperti itu. Kemungkinan, terjadi Retardasi Mental atau ada kelaian dari organ tubuhnya sejak lahir yang menyebabkan dia makan tidak wajar,” kata Bambang. “Selain gangguan empedu dan livernya, kemungkinan juga terjadi multi kelainan,” tambah direktur rumah sakit Bina Husada ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkan Tuban Tri Hadi Sanyoto mengaku belum bisa berkomentar terkait masalah ini. “ Belum ada laporan terkait maslah ini, kita akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jadi, saya belum bisa berkomentar,” jawabnya. (Kh)

Keterangan foto : Dari kiri tampak Bastiawan (12) bocah kelas 5 SD asal Dusun Randu Geneng, Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban memiliki kebiasan aneh. Yakni memakan tanah dan genting. (beritakota.net/khoirul huda)

Dibaca: 634 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook