Paripurna Century Ricuh, Marzuki Diamuk Tutup Sidang Sepihak
Jakarta (beritakota.net) – Rapat paripurna DPR RI, Selasa (2/3) berlangsung ricuh, bahkan nyaris bentrok sesama anggota dewan. Sidang yang akan mengambil keputusan penting terkait kasus Bank Century itu ternyata hanya berlangsung beberapa menit, karena sidang sebelum berlanjut keburu langsung ditutup oleh Ketua DPR Marzuki Alie secara sepihak. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini pun langsung diserbu puluhan anggota DPR yang marah. Sebelumnya suasana sidang paripurna sudah sangat panas. Hujan interupsi datang silih berganti dan penuh pro kontra soal masa kapan waktunya pengambilan keputusan. Saat suasana ricuh, Marzuki pun menutup sidang secara sepihak.
“Dengan mengucap alhamdulillah, sidang paripurna DPR ditutup!” kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Selasa (2/3). Para anggota DPR mulai naik pitam. “Tidak bisa begitu! Hei pimpinan! Pimpin yang benar!” bentak para anggota Dewan.
Lalu ada teriakan, “Ambil alih pimpinan sidang! Ambil alih pimpinan sidang!”. Puluhan anggota Dewan lalu berbondong-bondong mendatangi Marzuki. Mereka terlibat saling dorong. Hingga pukul 12.30 WIB suasana sidang semakin kacau.
Banjir Interupsi, Nyaris Baku Hantam
Setelah pembacaan hasil Pansus Century oleh Ketua Pansus Century Idrus Marham, banjir interupsi langsung menyeruak di sidang paripurna DPR. Gara-gara banjir interupsi, sidang pun ricuh. Sejumlah anggota DPR teriak dan sebagian lagi bergerak maju menuju meja pimpinan DPR. Hingga pukul 12.25 WIB, Selasa (2/3), suasana ricuh masih berlangsung. Ketua DPR Marzuki Alie meminta peserta sidang untuk tertib.
“Tolong pimpinan juga diberi kesempatan bicara,” kata Marzuki.
Interupsi pertama dilakukan oleh Bambang Soesatyo, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Bambang mengingatkan mengenai usulan Pansus agar sidang paripurna diselesaikan hari ini, dengan melakukan voting. Setelah itu banyak sekali anggota DPR yang melakukan interupsi. Antara lain Akbar Faizal dan beberapa orang dari Partai Demokrat, termasuk Irawadi Syamsuddin. Kericuhan semakin terjadi saat anggota Fraksi Partai Demokrat menyampaikan bukti baru ke pimpinan DPR.
Anggota DPR dari FKB Lily Wahid meminta interupsi, namun dicuekin. Sampai akhirnya sekitar pukul 12.15 WIB, sejumlah anggota DPR bergerak dari kursinya dan maju ke pimpinan DPR. Karena para interuptor tak diakomodir, akhirnya semaki banyak anggota DPR yang merangsek ke maju pimpinan sidang. Bahkan, nyaris terjadi baku hantam. Teriakan-teriakan anggota DPR terus menggema. Hingga pukul 12.30 WIB, kericuhan masih berlangsung dan belum reda.
Marzuki Alie Dievakuasi
Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang paripurna secara paksa di saat banyak anggota DPR yang melakukan interupsi. Setelah mengetuk palu, Marzuki langsung dievakuasi oleh Pamdal ke luar ruangan. Marzuki mengetuk palu menutup sidang secara paksa sekitar puku 12.30 WIB, Selasa (2/3). Begitu sidang ditutup, suasana sidang malah bertambah panas. Banyak anggota DPR yang mendekati meja pimpinan sidang.
Mereka ingin mendekati Marzuki Alie. Baku hantam antar anggota DPR nyaris terjadi. Meski sidang sudah ditutup, hingga pukul 12.45 WIB, suasana di ruang sidang paripurna masih ramai. Para anggota DPR tak terima sidang paripurna ditutup di saat suasana sedang ricuh. Masih banyak anggota DPR yang ingin melakukan interupsi.
Meski Marzuki Alie dievakuasi, namun sejumlah pimpinan DPR, seperti Pramono Anung, Anis Matta, dan Priyo Budi Santoso masih tetap di dalam ruangan. Sementara itu, suasana di luar gedung DPR memanas setelah demonstran mengetahui sidang ditutup paksa.
Kericuhan di dalam ruang sidang paripurna terjadi saat para anggota DPR melakukan interupsi terkait pengambilan keputusan kasus Bank Century. Banyak anggota DPR meminta agar pimpinan DPR menyelesaikan sidang paripurna dan mengambil keputusan hari ini. Tidak perlu waktu dua hari untuk sidang paripurna. Namun, pimpinan sidang menolak tuntutan itu.
Sidang Ricuh, Pimpinan DPR Rapim Mendadak
Kericuhan yang tidak bisa dikendalikan dalam rapat paripurna DPR soal laporan Pansus Century membuat pimpinan DPR harus mengambil langkah cepat. Untuk meredakan kericuhan dan mencari solusi, pimpinan DPR mengelar rapat pimpinan secara mendadak.
“Karena tadi sudah ditutup oleh pak ketua, kami berempat mengambil inisiatif untuk mengusulkan rapat pimpinan mendadak. Izinkan kami mengelar rapim dulu berlima,” kata wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso dalam jumpa pers mendadak di ruang sidang paripurna DPR, Selasa (2/3).
Menurut Priyo, pimpinan DPR belum bisa memastikan apa hasil dari rapim yang akan dilakukan secara tertutup. Karena semua akan diambil solusi dan jalan tengahnya. “Kami akan menggelar rapat pimpinan berlima dulu, saya belum bisa memutuskan apa hasilnya, jadi tunggu saja,” pungkas Priyo yang didampingi oleh Pramono Anung dan Anis Matta. (*/dtc/jpc/brt)
Keterangan foto: Anggota DPR melempar buku ke arah Ketua DPR di rapat paripurna (Antara/ Andika Wahyu)
Dibaca: 616 kali
