Empat Kandidat Bacarek Unair Daftar Sekaligus
Surabaya (beritakota.net) – Pada hari keempat masa pendaftaran bakal calon Rektor (bacarek) Universitas Airlangga, Kamis (4/3) ) terdapat tiga orang mendaftarkan diri. Ketiganya mengambil berkas tersebut diawali oleh Prof. Dr. Soetojo, dr., SpU (Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unair), yang mendaftar hampir bersamaan dengan Prof.Dr. Sunarjo Hardjowijoto, dr. Sp.B.,Sp.U(K), seniornya baik di FK maupun di Bagian Urologi FK Unair. Keduanya mendaftar sekitar pukul 10.30, di Sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) Unair di Lantai III Gedung Rektorat Unair di kampus C Jl. Mulyorejo.
Kemudian pada pukul 13.40 datang Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., dari Fakultas Ekonomi. Moh Nasih selama ini menjabat sebagai Direktur Keuangan di Universitas Airlangga. Ketiganya datang sendiri-sendiri tanpa ditemani teman dan atau pendukungnya. Dengan demikian hingga pendaftaran hari keempat sudah empat bacarek mendaftarkan diri, setelah pada Rabu (3/3) kemarin Dekan Fak. Farmasi Prof. dr. H. Achmad Syahrani, MS., Drs., Apt. Pendaftaran bacarek Unair ini akan ditutup pukul 15.00 pada tanggal 12 Maret 2010.
Pengakuan Internasional
Seusai mendaftarkan diri, Prof. Soetojo (54) mengatakan kepada wartawan yang nyanggong di Sekretariat panitia, bahwa minatnya mendaftar menjadi bacarek karena ingin almamaternya itu lebih maju dan menginternasional.
“Sejak lahir dan berdiri, Unair itu memang didahului oleh kedokteran. Jadi FK itu cikal bakalnya Unair, sehingga orang-orang FK harus berani maju, dan saya berharap dari FK banyak yang maju,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Urologi FK Unair kelahiran Bojonegoro itu.
Ia mengakui bahwa tugas yang akan diemban seorang Rektor dalam kurun kedepan memang tidak ringan, sebab Unair yang sudah diakui sebagai pelopor untuk Indonesia Timur dan termasuk 7 PTN yang sudah BHMN, ia ingin Unair benar-benar menjadi world class university.
Ada beberapa hal yang akan dilaksanakan untuk membawa Unair ke arah cita-citanya jika dipercaya sebagai Rektor, yakni untuk internasionalisasi Unair harus mampu mewujudkan diri sebagai pusat kesehatan nasional (health center). Gagasannya itu didukung oleh fasilitas yang memadai, yaitu dua buha rumah sakit milik sendiri, Lembaga Pusat Penyakit Tropis (PPT – dahulu TDC), dan Bio Safety Level-3 yang sudah mampu mencetak vaksin flu burung dan flu babi. Arahnya tersebut sudah berjalan baik apda saat ini, sehingga kedepan pimpinan cukup meneruskan apa yang sudah dirintis pimpinan saat ini.
Namun ada beberapa langkah yang hendak ditingkatkan, yaitu membuka Program Studi berkelas internasional dan peningkatan twinning program. Selain itu Unair harus mampu mengoptimalkan keberadaan international office untuk kepentingan keluar, dan untuk penjaminan mutu Unair perlu rajin bergerak untuk meraih pengakuan internasional.
Lulusannya Laku
Meski mengaku sudah tak muda lagi, Prof. Dr. Sunarjo Hardjowijoto (64 tahun), masih merasa siap untuk bersaing sebagai bacarek periode 2010-2015. Baginya ini kesempatan terakhir menyumbangkan daya dan pikiran kepada almamater. Karena itu, jika dipercaya menjadi Rektor, ia bertekad melakukan regenerasi di tubuh Unair.
“Rektor itu kan jabatan manajerial, jadi saya nanti akan dibantu oleh orang-orang muda yang brilliant. Dan memang harus ada regenerasi, dan saya siap melahirkan generasi muda yang bisa berkompetisi di internasional,” tekad pria kelahiran Madiun itu.
Konsep untuk langkah sasarannya tersebut dengan konsep sederhana, namun bisa dimengerti oleh semua kalangan.
“Universitas ini sebenarnya kan jualan? Jadi ya bagaimana caranya agar lulusan kita ini laku? Tentunya lulusan Unair harus berkualitas,” tambah Guru Besar Ilmu Bedah Urologi FK Unair itu.
Bagaimana agar berkualitas? Kiatnya bahwa penjaminan mutu yang sudah berjalan bagus saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang excellence dengan disertai output moralitas seperti yang diharapkan. Untuk menjadi excellence itulah lulusan harus bisa langsung laku. Sementara dari sisi moralitas, lulusan nair harus memahami segala aplikasi norma, agama dan etika yang ada.
“Sebagai pimpinan, nanti saya akan langsung memberi contoh melalui perilaku,” tegas Prof. Sunarjo.
Mengembangkan Potensi Unair
“Saya melihat masih ada potensi yang belum tergarap dan dikembangkan dengan baik. Jadi saya ingin mendarmabaktikan diri kepada almamater dari visi demikian,” kata Dr. Moh. Nasih (45) kepada pers usai mengambil berkas pendaftaran bacarek ini.
Pria yang kini menjabat Direktur Keuangan Unair ini mengaku sudah punya bekal cukup untuk menjabat sebagai Rektor Unair, sebab ia sudah mengenal benar keunggulan dan kelemahan Unair selama ini.
Dalam penilaiannya, Unair merupakan perguruan tinggi di Indonesia yang paling memungkinkan untuk menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (PT BHPP). Dibanding dengan PT yang lain, struktur keuangan Unair sudah sangat memungkinkan. SOP (sumbangan operasional pendidikan, red.) dari masyarakat untuk nair belum terlalu besar, kata dosen ilmu akuntansi FE Unair ini.
Dijelaskan, dalam PT BHPP sumbangan dari masyarakat untuk PT akan dibatasi. Untuk itu PT perlu mengembangkan usaha-usaha lain. Artinya bukan untuk membisniskan pendidikan, tetapi nanti akan ada lembaga diluar pendidikan yang bertugas mencari dana. Karena itu ia telah memahami porsi penerimaan Unair saat ini, dan jika kelak menjadi Rektor ia berjanji akan mengelola komposisi keuangan dengan baik.
”Unair akan segera memiliki dana abadi. Dana itu berasal dari beberapa usaha, saving, donasi alumni, hingga buah efisiensi yang sudah dijalankan selama ini. Jadi yang harus ditingkatkan bukan penerimaan dari SOP (SPP), tapi justru dari usaha-usaha lain yang akan dijalankan. Dengan begitu, tidak perlu ada kenaikan SPP mahasiswa,” kata pria kelahiran Gresik ini.
Meminjam kacamata balanced scorecard, Dr. Nasih menyebut Unair yang selama ini bertugas mencetak lulusan unggul, memang butuh ditopang dana yang cukup.
Menurutnya, jika penerimaan telah memadai, Unair akan mampu menyekolahkan dosen-dosennya, meningkatkan publikasi internasional, hingga mendongkrak beberapa aktivitas akademik yang lain. Pada akhirnya Unair akan menelurkan lulusan yang berkualitas. *bes/yan
Caption: Tampak dari foto atas, Dr. M. Nasih seusai mengambil formulir menjelaskan konsep untuk lebih majukan Unair kepada sejumlah wartawan, Prof. Dr. Soetojo, dr. SpU dan Prof.Dr. Sunarjo Hardjowijoto, dr. Sp.B.,Sp.U(K). Para kandidat ini siap bersaing guna meraih jabatan Rektor Unair. beritakota.net/hms
Dibaca: 614 kali
