SBY Bersyukur Mendengar Kabar Kematian Dulmatin
Canberra (beritakota.net) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bersyukur mendengar kabar kematian teroris Dulmatin dalam sebuah jamuan makan siang oleh PM Australia Kevin Rudd di Gedung Parlemen Australia di Canberra, Rabu (10/3).
“Saya dapat berita dari Tanah Air, bahwa setelah Indonesia melumpuhkan tokoh teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, yang mengganggu Asteng. Alhamdulilah Polisi Indonesia telah melumpuhkan satu tokoh teroris Asia Tenggara lainnya Dulmatin, dalam sebuah operasi polisi di Jakarta,” kata Presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.
Penumpasan dan pencegahan aksi teroris, lanjut Presiden adalah hal penting yang harus dilakukan demi keselamatan manusia dunia.
“Keselamatan manusia Indonesia dan manusia Australia sangat penting. Mari kita bekerja sama secara global untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan terorisme di muka bumi,” kata Presiden.
Dalam pidatonya, Presiden banyak mengungkapkan hal lucu dalam kunjungan kenegaraannya kali ini seperti banyaknya mahasiswa Indonesia di Australia saat ini.
“Dua menteri saya Mendag Mari Pangestu dan Menlu Marty Natalegawa merupakan lulusan Australia. Mungkin hal itu yang membuat banyak yang kuliah di Australia agar bisa menjadi menteri kelak,” ujarnya seraya menegaskan perlunya peningkatan hubungan kerja sama bilateral kedua negara.
Sementara itu dari tanah air Kapolri Jenderal Hendarso Danuri memastikan korban tewas dalam penggerebekan warnet Multiplus di Pamulang, Tangerang, Banten, adalah Dulmatin alias Joko Pitono alias Mansur. Selain Dulmatin, dua pengawalnya juga tewas dalam penggerebekan di Pamulang kemarin.
“Keakuratan identifikasi korban ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan tingkat kesalahannnya sangat tripis,” ujar Kapolri dalam penjelasan pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Rabu (10/3).
Kapolri menjelaskan dalam serangkaian operasi pengungkapan jaringan teroris Aceh di Aceh Besar dan Pamulang, Tangerang Banten, polisi menembak mati lima orang dan menangkap hidup-hidup 28 orang, dan menyita 11 pucuk senjata api. Selain itu, dalam operasi ini Polri juga kehilangan tiga anggotanya yang tertembak mati dalam kontak senjata dengan kelompok teroris. *ham/jpc/ant/hs/zb/brt
Caption: Foto atas tampah Presiden SBY dan PM Kevin Rudd/*alan poritt.afp. Foto Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menunjukkan foto tersangka teroris Dulmatin di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/3). *yudhi mahatma/ant/bo
Dibaca: 308 kali
